Rabu, 16 Januari 2013

Kecepatan yang menghancurkan





Banyak orang yang memiliki bisnis, tetapi setelah 20 tahun, bisnisnya tetap seperti itu juga. Misalnya ada seseorang yang memiliki sebuah bisnis rumah makan. Sampai 20 tahu berikutnya rumah makannya hanya satu. Ini yang seringkali disebut dengan istilah bisnis tidak tumbuh.

Perusahaan yang tidak tumbuh seperti ini biasanya memang pemiliknya kurang memahami ilmu bisnis. Cara yang paling mudah dilakukan agar bisa menguasai ilmu bisnis adalah dengan banyak bergaul dengan para pebisnis. Dengan pergaulan ini maka ilmu-ilmu bisnis yang terbukti bisa dipraktekkan mudah sekali didapat.

Saat ini banyak juga perusahaan yang ingin sekali tumbuh cepat. Ketika mereka sudah memiliki satu bisnis yang bisa jalan, maka mereka segera menduplikasikan bisnisnya, dengan harapan keuntungannya bisa naik sekian kali lipat. Akan tetapi ternyata ketika cabangnya sudah mulai banyak, mereka baru menyadari biahwa kondisinya berbeda dengan ketika mereka memiliki 1 atau 2 bisnis. Hal inilah yang akhirnya justru membunuh keseluruhan bisnisnya.

Kecepatan memang penting. Akan tetapi jika anda belum waktunya sudah mengalami kecepatan yang tinggi maka perusahaan malah semakin hancur. Ada satu kasus yang dialami oleh perusahaan Balimuda. Ketika itu balimuda merupaka perusahaan yang menangani alat berat. Ketika perusahaan memiliki satu buldozer dan 1 eksavator maka perusahaan bisa mengantongi uang setiap bulan 400 juta.

Akhirnya dengan perhitungan tententu mereka merasa bahwa jika alat-alat beratnya diperbanyak maka mereka bisa meraup keuntungan yang sangat tinggi. Maka disepakatilah mereka membeli alat-alat berat sebanyak 70. Dengan harapan jika mereka langsung membeli banyak harga bisa semakin murah. Memang benar mereka bisa mendapatkan alat-alat berat dengan harga yang lebih murah.  Akan tetapi ketika sudah memiiliki 70 alat berat seperti ini maka justru tiap bulan mengalami kerugian 1 milyar, hingga kerugiannya mencapai 62 milyar.

Nah, inilah kecepatan yang tidak tepat. Perusahaan berusaha mempercepat pertumbuhan, tetapi jadinya malah hancur. Akan tetapi walaupun begitu akhirnya Balimuda bisa memperbaiki kesalahannya, hingga memiliki aset 5 trilyun dari kebun kelapa sawit.

Jadi,saran saya tumbuhkan bisnis anda. Akan tetapi jangan terburu-buru ingin tumbuh dengan cepat. Hati-hati, jika anda ingin tumbuh cepat maka anda harus bisa mempertimbangkan baik dan buruknya. Jika ingin tumbuh cepat, pastikan bahwa perusahaan anda memang benar-benar sudah siap. Oke, selamat menumbuhkan bisnis anda.  Mudah-mudahan bisnis anda menjadi semakin besar dan memberi manfaat kepada negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar