Selasa, 25 September 2012

Berjalan Di Atas Garis Kematian


Leading Above The Death Line

Setiap perusahaan pasti mengalami kenaikan dan penurunan. Kenaikan mrerupakan sesuatu yang menyenangkan, tapi sebaliknya penurunan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, penurunan ini tentu tidak bisa kita hindari. Perusahaan yang naik terus, tentu ada penurunan di sela-sela kenaikannya. Apakah penurunan ini berbahaya? Tentu saja tidak selalu. Yang terpenting, penurunan tadi tidak sampai di bawah garis kematian. Jika sampai di bawah garis kematian, mau tidak mau perusahaan tersebut pasti tutup .

Bolehkah kita menghadapi resiko? Jawabannya harus.Hanya saja tidak setiap resiko harus kita hadapi secara frontal. Kita perlu strategi untuk menghadapinya. Jangan sampai ketika menghadapi resiko kita megalami kerugian hingga mencapai posisi di bawah garis kematian. Yang jelas resiko perlu kita kelola. Kita perlu melakukan manajemen terhadap resiko.

Apa bedanya antara resiko dengan beresiko ?
Resiko merupakaan akibat yang pasti kita hadapi. Sementara sesuatu yang beresiko haruslah kita hindari. Misalnya ada seorang pegawai negeri mengadakan join usaha dengan seseorang yang baru dikenal. Dia menggunakan uang tabungannya sebesar 100 juta untuk memodali usaha tersebut. Sebenarnya pegawai negeri ini tidak begitu mengerti dengan usaha yang digeluti. Orang yang join usaha dengan pegawai negeri ini dulunya mantan narapidana yang baru bebas dari penjara. Jelas saja apa yang dilakukan pegawai negeri ini beresiko. Akan tetapi jika hal ini dilakukan oleh Bill Gates, jelas tidak beresiko.

Seandainya uang 100 juta rupah ini hilang dari tangan Bill Gates, maka idak memberikan efek apapun terhadap kekayaannya, karena kekayaan Bill Gates begitu luar biasanya. Akan tetapi bagai pegawai negeri ini, jika sampai usahanya rugi, maka dia tidak akan sanggup menerimanya.

Jadi, hadapilah resiko dengan hati-hati dan pikiran yang matang. Hindari hal-hal yang beresiko. Karena hal-hal yang beresiko bisa mengarahkan anda di bawah garis kematian. Bisa jadi setelah itu perusahaan anda akan runtuh, atau anda tidak mau berbisnis lagi.

Senin, 24 September 2012

Bisnis Cepat Kaya




Jika kita mendengar kata bisnis cepat kaya, maka kita akan cepat tertarik. Siapa yang tidak ingin cepat kaya ? Semua orang pasti ingin cepat kaya. Yang terpenting anda harus mengentahui kendaraannya. Ada 4 kendaraan untuk cepat kaya
1. Bisnis
2. Property
3. Saham
4. Internet

Bisnis
Bisnis memang merupakan kendaraan untuk cepat kaya. Dengan bisnis, anda bisa memiliki penghasilan yang tidak terbatas. Dengan  bisnis anda bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan karyawan. Akan tetapi selalu saja ada orang yang sudah memiliki bisnis tetapi tidak kaya-kaya. Nah, kalau yang seperti ini jangan salahkan bisnisnya, tapi salahkan orangnya. Kendaraannya tidak salah, tapi mungkin orangyalah yang tidak bisa membawa kendaraan. Walaupun kendaraannya memiliki kecepatan yang tinggi, akan tetapi jika dia tidak bisa memakainya maka kendaraan tidak bisa bergerak dengan kecepatan tinggi.

Dalam bisnis, jika anda ingin cepat kaya maka anda harus mengelolanya dengan benar. Secara sederhana anda harus mengenal yang namanya nilai tambah dan faktor kali. Dengan adanya nilai tambah maka orang akan mengejar produk anda. Dengan adanya faktor kali maka produk anda akan bisa dinikmati orang yang jauh lebih banyak. Dengan cara ini maka anda akan menjad kaya raya. Contoh orang yang sangat berhasil dalam bisnis adalah Bill Gates. Dia sudah memiliki nilai tambah dalam produk windowsnya, sangat bagus dan mudah digunakan, dan ia juga memiliki faktor kali. Faktor kalinya adalah semua perusahaan eletonik kelas dunia, kecuali Apple.

Property
Property merupakan kendaraan untuk kaya yang sangat dahsyat. Bisnis property merupakan bisnis yang berkaitan dengan tanah dan bangunan. Berbagai macam cara banyak dilakukan untuk mengembangkan bisnis property. Anda bisa menjadi Agent, developer, atau yang lainnya. Banyak sekali cara untuk menaikkan harga property. Bahkan orang-orang tertentu banyak yang bisa beli property tanpa memakai uang malah dapat uang.

Banyak sekali orang-orang kaya kelas dunia yang berhasil dibisnis property. Misalnya Donald Trumph, Dolf De ross dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang yang kaya karena property.


Saham/surat berharga.
Saham merupakan alat investasi. Banyak orang yang kaya dari saham. Ada yang kaya karena devidennya, tapi ada juga yang kaya karena jual beli saham. Warrent Buffet adalah orang yang berhasil kaya dari investasi saham. Dia pernah menjadi orang kaya nomor 1 di dunia.

Internet
Internet merupakan kendaraan kaya yang sangat bagus. Sampai saat in pengguna internet terus meningkat secara tajam. KArena itulah, banyak sekali orang yang diuntungkan dari internet ini. Salah satu penyebabnya adalah internet memiliki faktor kali yang luar biasa. Internet bisa dengan mudah diotomisasi. Bahkan ketika seseorang sedang tidur, internet bisa beroperasi secara otomatis. Berbagai macam cara untuk menghasilkan uang di internet sangatlah banyak. Ada yang menjual produk sendiri, ada yang menjualkan produk orang lain (affiliasi) dan ada yang hanya memasang iklan di websitenya.


Intinya sekarang ini jika anda ingin cepat kaya, pilihlah sendiri kendaraan cepat kaya yang anda inginkan.  Jadi, yang dimaksud bisnis cepat kaya adalah anda bisa mengetahui kendaraan mana yang bisa mempercepat anda kaya, dan yang penting lagi adalah anda harus bisa menggunakan kendaraan tersebut. Jika anda ingin bisa mengunakannya, bergabunglah dengan komunitas yang sesuai. Jika anda ingin berhasil dari bisnis, carilah komunitas bisnis. Bertukar pikiranlah dengan para anggotanya. Jika anda ingin kaya dari property, bergabunglah dengan para pebisnis property. Jika anda ingin kaya dari internet, bergabunglah dengan para pebisbis internet. Selamat mencoba.

Sistem Franchise


Franchise atau waralanba merupakan suatu cara untuk mengemas suatu produk atau suatu usaha dengan tujuan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen yang lebih luas. Dalam franchise ada istilah franchisor dan franchise. Frinchisor adalah orang yang menjual franchise, sedangkan franchisee adalah orang yang membeli franchise.

Misalkan anda memiliki sebuah rumah makan. Anda bisa saja membuka banyak cabang di berbagai kota di Indonesia. Akan tetapi, jika anda selalu membuka dengan menggunakan uang anda sendiri, maka cara ini terlalu lama. Jika anda ingin cepat, maka cara membukanya dengan memakai franchise. Dengan memakai franchise maka anda tidak perlu menggunakan uang anda untuk membuka cabang. Bahkan pada saat pembukaan cabang anda bisa langsung mendapatkan uang. Dengan franchise ini pembukaan cabang akan jauh lebih cepat. Franchise merasa memiliki perusahaan cabang, dan memang perusahaan cabang itu adalah milik dia. Sebaliknya franchisor akan selalu mendapatkan royalti. Franchisor akan mendapatkan royalti yang begitu besar jika pembukaan cabangnya begitu banyak. Ini merupakan faktor kali yang luar biasa.

Saat ini franchise banyak sekali dikembangkan, mulai dari rumah makan, minimarket, bengkel mobil, bimbingan belajar, restoran dan lain-lain. Ada yang sukses dan ada juga yang tidak sukses, baik dari sudut pandang franchisor maupun franchisee. Secara umum jika perusahaan akan di franchisekan maka syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :
1. Bisnis bisa distandarisasi
2. Punya keunikan
Punya keunikan di sini maksudnya bisnis kita berbeda dengan kompetitor, jika memungkinkan tidak bisa ditiru oleh kompetitor dan memberikan nilai tambah untuk penjualan.
3. Bisa diajarkan ke orang lain
Diajarkan ke orang lain di sini maksudnya bisa diajarkan ke franchisee, bukan diajarkan ke kompetitor.

beberapa penyebab kegagalan pada bisnis franchise :
1. Franchisor serakah memungut franchise fee
2. Kesalahan merekrut franchisee
3. Monitoring yang lemah
4. Kelemahan pada dividi R 7 D
5. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas
6. Sistem operasional yang terlalu rumit

Kelemahan sistem franchise bagi franchisor
1. Kewenangan outlet pada franchise
2. Perlu perubahan paradigma (paradigma shift) atas materi yang dijual
3. Perlu perimbangan yang panjang untuk mengimplementasikan inovasi baru

Kelemahan sistem franchise bagi franchisee
1. sekalipun usahanya dimiliki sendiri, namun kebijakan umum masih ditentukan oleh franchisor
2. Untuk mewujudkan ide, perlu adanya proses yang lebih birokratis

Keuntungan Fanchise bagi franchisor
1. Percepatan perluasan usaha dengan modal relatif rendah
2. Efisiensi dalam meraih target pasar melalui promosi bersama
3. terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi'
4. Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee (slim organization)
5. Pemilik outlet bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembangan pembelian investasi dan keuntungan usaha

Keuntungan bagi Franchisee
1. Learning Curve yang singkat
2. Keuntungan menggunakan jaringan usaha yang dikenal
3. mendapatkan bantuan memulai usaha
4. Jaminan suplai dan dukungan usaha lainnya
5. kekuatan dalam kegiatan promosi yang efisien


Sabtu, 22 September 2012

Bisnis Property


Bisnis Property merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Ada berbagai macam teknik, bahkan ratusan atau ribuan teknik dalam memainkan property. Para pelaku memiliki jurus yang berbeda-beda. Jurus-jurus tersebut banyak yang sensasional, seperti misalanya beli property tanpa uang, beli property tanpa uang malah dapat uang, dan lain-lain.
Alasan-alasan orang memilih bisnis property adalah
1. Harga cenderung naik
2. Bisa dijaminkan di bank
3. Investasi yang aman
4. Bisa menjadi pasif income
5. Memiliki capital gain
6. Hampir semua usaha modal terbesarnya adalah property
7. Property dibutuhkan semua manusia
8. Jumlah lahan tetap, sedangkan jumlah manusia meningkat
9. Cicilan bisa dibayar dari sewa
10. Bisa dibeli tanpa uang, malahan bisa mendapat cashback
11. tanah tidak bisa hilang
12. Anti inflasi
13. Harga bisa di bawah harga pasar
14. Banyak cara untuk meningkatkan harganya
15. Bisa diwariskan
16. Bisa dipakai sendiri
17. Bisa dapat uang tanpa harus dijual
18. Bisa utang 100% dari bank
Dengan banyaknya alasan ini banyak sekali orang yang sukses di bisnis property, ada yang menjadi broker, ada yang mendirikan agent property, ada yang menjadi investor saja, ada yang menjadi developer, ada yang spesial bermain di kos-kosan dan lain-lain.

Jumat, 21 September 2012

Bisnis Tanpa Modal


Jika anda ditanya, bagaimana caranya supaya bisa menjadi kaya? Jawabannya ada beberapa macam. Pertama jadi pegawai negeri. Lho memang bisa pegawai negeri jadi kaya? Jawabannya bisa, buktinya Gayus bisa kaya. Tentu anda langsung berkata, "Ah kalau gitu caranya saya tidak mau". Saya juga tidak menyuruh anda kaya dengan cara itu. Tapi sebenarnya ada kan pegawai negeri yang kaya dengan cara yang benar? Jawabannya banyak. Anda bisa kok menjadi pegawai negeri yang baik dan kaya. Kalau anda sudah menjabat sebagai gubernur, menteri, presiden atau direktur BUMN tentu anda akan kaya. Pertanyaan berikutnya, "Untuk menjadi seperti itu peluang anda besar tidak ?" Jika jawabanyya iya, tempuhlah cara itu. Tapi jika jawabannya tidak, jangan gunakan cara itu.
 
Nah, kalau bukan jadi pegawai negeri jadi apa? Jawabannya adalah jadi pegawai swasta.Menjadi pegawai swasta juga bisa kaya. "Ah yang bener? Itu banyak buruh pabrik yang miskin". Ya jangan jadi buruh pabrik. Seandainya anda bisa menjadi top manager atau menjadi direktur perusahaan swasta yang besar, tentu anda akan kaya. Anda bisa menghasilkan gaji ratusan juta rupiah per bulan. Jack welch, top CEO dari general electric, sebenarnya adalah karyawan, tapi dia juga bisa menjadi triliuner. Masalahnya peluang anda untuk menjadi seperti itu, besar tidak ? Kalau jawabannya iya, silakan ditempuh cara itu. tetapi jika jawabannya tidak, saran saya carilah cara lain.
 
Terus cara lain itu apa? Jawabannya adalah menjadi artis. Dengan menjadi artis, anda bisa menjadi kaya. Kalau ini banyak orang yang setuju, masalahnya peluangnya besar tidak untuk menjadi artis? Kalau ketika anda menyanyi, kucing saja lari, tentu anda akan kesulitan untuk menjadi artis. Karena itu, sebaiknya anda mencari cara lain, kecuali jika anda mengetahui, peluang anda memang besar.
 
Sebenarnya yang bisa membuat anda kaya, pada umunya adalah bisnis. Dengan bisnis anda lebih mudah untuk menjadi kaya. Yang menarik lagi, orang-orang yang kaya raya, hampir semuanya pebisnis. Yang lebih menarik lagi, untuk menjadi pebisnis tidak diperlukan persyaratan yang khusus. Anda tidak harus memilki pendidikan tertentu. Walaupun anda hanya lulusan SMA, anda bisa. Walaupun hanya hanya lulusan SMP, anda bisa. Bahkan jika anda hanya lulusan SD atau tidak pernah sekolah, anda juga bisa. Banyak, mereka yang SD saja tidak tamat, tetap memiliki bisnis.
    
Pertanyaannya sekarang, kenapa anda tidak bisnis? Kebanyakan orang menjawab tidak punya modal. Apakah bisnis harus selalu mengeluarkan modal? Jawabannya adalah tentu. Tapi modal tidak harus dengan modal sendiri. Bisa modal orang lain, sehingga uang yang kita keluarkan bisa sesedikit mungkin, atau malah tidak keluar sama sekali. Pengalaman ini sudah banyak dilakukan orang. Banyak orang yang bisa membangun bisnisnya tanpa uang. Dalam buku property cash machine, Joe Hartanto memiliki pengalaman seperti itu. Pengalamannya membeli rumah kos-kosan pertama kali adalah seharga Rp 540.000.000,00. Akan tetapi dia bisa mendapatkan uang dari bank senilai Rp 640.000.000,00. tentu saja dia harus nyicil ke bank, dan tiap bulan dia nyicil sebesar Rp 6.000.000,00 per bulan. AKan tetapi, sebenarnya rumah ini sudah memberikan hasil sewa per bulan Rp 10.000.000,00. Jadi bisa dikatakan, waktu beli dia mendapatkan uang Rp 100.000.000,00 dan tiap bulan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 4.000.000,00. Enak bukan ?
 
Mungkin anda bertanya-tanya, kok banknya mau? Iya bank tetap mau, karena rumah itu sebenarnya harganya sudah mencapai Rp 800.000.000,00. Pihak bank bisa mengeluarkan harga sebesar 80% dari harga, yaitu Rp 640.000.000,00. Kok pemiliknya menjual harga segitu ? Pemilik memang tidak selalu tahu harga. Atau bisa juga tahu harga, tapi karena lagi butuh uang maka dia bisa saja menjual dengan harga segitu. Apakah bank tidak mengetahui harga transaksi kita ? Bisa tahu bisa tidak, tapi terkadang pihak bank tutup mata, karena dia juga mengejar setoran.
 
"Wah itu kelihatannya kebetulan". Sebenarnya tidak juga. Banyak orang yang melakukan hal yang sama. Contoh lain adalah yang dilakukan oleh James Sastrowijoyo, sebagaimana yang tertulis di rumah gratis. Pertama kali james membeli rumah, dia melihat rumah dijual dengan harga Rp 1,4 M. Akan tetapi James malah menawar dengan harga Rp 1,6 M. Ini tentu aneh, karena orang biasanya menawar dengan harga lebih rendah. Akan tetapi James melakukan ini karena dia mengetahui bahwa sebenarnya harga rumah ini sudah di atas Rp 3 M. Ternyata meman benar, bank memberikan apprasial sebear Rp 3 M, sehingga dia bisa mendapatkan uang sbesar Rp 2,4 M. Dengan demikian saat beli bisa dikatakan dia mendapakan uang Rp 800.000.000,00. Setiap bulan, dia harus membayar ke bank sebesar Rp 35.000.000,00. Akan tetapi, ternyata dia mendapatkan uang sewa dari rumah tadi sebesar Rp 40.000.000,00. Sehingga tiap bulan dia bisa menerima uang bersih Rp 5.000.000,00.
 
Setelah itu James mempelajari cara menaikkan harga sewa. Maka dia belajar kepada Dolf De Ross dari Amerika. Akhirnya dia bisa menaikkan harga sewa sebesar Rp 60.000.000,00 per bulan. Dengan demikian dia bisa mendapatkan bersihnya tiap bulan Rp 25.000.000,00. Akhirnya ada orang yang menawar rumah kos-kosan tersebut sebesar Rp 5 M. Sungguh fantastis harga ini.
 
Apakah setiap rumah bisa dilakukan pembelian ini? Tentu saja tidak. Anda harus bisa mmilih rumah yang ada penyewanya, lebih mudah jika disewa untuk kos kosan. Untuk mendapatkan rumah seperti ini kita mesti telaten. Kita bisa menggunakan perbandingan 100:10:3:1. Artinya kita mencari 100 rumah kos-kosan yang dijual. Setelah itu kita telpon semuanya, kita tanyakan masalah harga, lokasi ukuran dan lain-lain. Dari 100 ini kita pilih 10 yang terbaik untuk didatangi guna di cek kebenarannya. Dari 10 ini kita pilih 3 yang terbaik untuk kita tawar dan kita cari pendanaannya. Dari sini kita pilih satu yang terbaik. Satu yang terbaik ini biasanya sudah di bawah harga pasar, memberikan kta cash back dan ngangsurnya lebih kecil daripada sewanya.Jika anda sudah mahir, maka anda bisa melakukan hal sperti ini untuk skala yang lebih besar, seperi hotel ataupun perusahaan besar. Jadi yang penting kita mau berusaha. Kalau ada kemauan pasti ada seribu jalan, kalau tidak ada kemuan pasti ada seribu alasan.
               
 

Kamis, 20 September 2012

Sistem Bisnis


Sistem adalah urut-urutan kerja yang apabila dikerjakan oleh orang yang berbeda hasilnya tetap sama. Dalam sebuah perusahaan, sistem memang sangat penting. Tanpa adanya sistem, kita akan kesulitan untuk mengatur bisnis kita. Tanpa sistem kita tidak bisa merdeka.

Sebuah toko kelontong tradisional, biasanya tidak memiliki sistem. Biasanya hanya satu orang yang hafal semua harga barang. Bahkan kalaupun ada beberapa karyawan maka mereka hanya hafal sebagian harga barang. Karena itulah pemilik selalu menunggu di toko. Pemilik biasanya akan menjadi kasir, dia bekerja dimulai ketika toko baru dibuka sampai toko ditutup.

Berbeda sekali jika toko ini memiliki sistem. Misalnya semua barang yang ada ditempeli dengan harga. Dengan adanya tempelan ini, maka pemilik bisa meningalkan tokonya. Karyawan yang menunggu toko ini tidak harus menghafal harga barang, tetapi dia bisa mengetahuinya, karena pada barang dagangan tertulis harga barang. Penempelan harga barang ini bisa kita sebut sistem.

Akan tetapi sistem ini masih memiliki kelemahan. Jika pemilik meninggalkan tokonya, ada kemungkinan barang-barang sebagian akan hilang, apalagi jika para karyawannya tidak jujur. Bisa saja justru mereka yang mencuri barang. Untuk menghindari ini maka sistem perlu disempurnakan. Misalnya setiap barang yang laku mesti dicatat. Barang-barang yang masuk juga perlu dicatat. Dengan pencatatan ini maka baramg masuk dan keluar bisa diketahui. Apakah sistem ini sudah sempurna? tentu saja tidak. Kita harus selalu mengaudit barang, entah itu sebulan sekali, 3 bulan sekali ataupun 1 tahun sekali. Ini tentu melelahkan apabila toko anda memiliki ribuan item barang.

Untuk menghindari ini alangkah lebih baik jika semua dilakukan menggunakan komputer. Begitu barang dibeli orang, bagian kasir tinggal menyensor bar code yang ada pada barang, sehingga di komputer langsung tertera harga barang dan nama barang. Dengan adanya pencatatan menggunakan komputer ini, antrian di depan kasir bisa dikurangi.

Apakah sistem seperti ini sudah sempurna? Tentu saja tidak. Tidak ada sistem yang sempurna, tetapi kita selalu bisa membenahi kelemahan-kelemahannya apabila ada kekurangan. Dengan cara kita mau belajar dan bergaul dengan para pebisnis, maka kita bisa menyempurnakan sistem ini. Pada kondisi di atas, kehilangan barang masih sering terjadi. Salah satu cara mengatasi ini adalah dibuat aturan. Kita bisa memberi toleransi kehilangan, misalnya 0,15%. Jika kehilangan kurang dari 0,15% maka barang yang tidak hilang ini bisa dijadikan bonus buat karyawan. Jika kehilangan lebih dari 0,15% maka kehilangannya dibebankan kepada karyawan. Kita bisa memotong gaji karyawan. Sebenarnya pemotongan gaji ini tidak baik. Akan lebih baik jika yang kita potong adalah bonus buat karyawan. Bonus yang mana? Kita bisa saja memberikan bonus dari sisi lain, misalnya kita memberikan bonus dari volume penjualan.

Dengan adanya penyempurnaan-penyempurnaan sistem ini maka kita semakin mudah meninggalkan toko kita. Dengan bisa meninggalkan toko kita, maka kita bisa dengan mudah membuka cabang yang lain. Dengan memiliki banyak toko atau perusahaan yang bisa berjalan sendiri tanpa kita, maka kita akan memiliki kebebasan waktu dan kebebasan uang. Jadi bisa kita katakan, perusahaan bisa berjalan sendiri, sementara pemiliknya jalan-jalan.

Selasa, 18 September 2012

Model Bisnis


Ada dua orang perampok. Perampok pertama berhasil merampok sebuah dompet. Di dalam dompet tersebut terdapat uang Rp 150.000,00, KTP dan SIM. Si perampok merasa ktp dan SIM tidak berguna baginya, dia hanya membutuhkan uangnya. Akhirnya dia mengambil uangnya dan membuang dompet beserta KTP dan SIM nya.

Perampok kedua berbeda lagi. Dari hasil rampokannya, dia memperoleh uang Rp 50.000,00 ditambah cincin jelek dan jam karatan. Dari hasil ini, jelas perampok pertama mendapatkan hasil lebih banyak dibandingkan perampok B. Akan tetapi, perampok kedua ini memiliki model bisnis. Karena dari dompet rampokannya dia menemukan KTP nya maka dia bisa memcari alamat orang yang dirampok.

Ketika datang ke rumahnya, orang yang dirampoknya ketakutan. "Kamu mau merampok lagi ya?" "Engga, tenang saja, aku  mau deal bisnis dengn kamu. Aku membawa KTP dan SIM kamu, ini baiknya saya buang atau saya kembalikan." "Kembalikan donk, aku sangat membutuhkannya, kalau bikin lagi kan susah". "Oke, aku kembalikan, tapi aku minta Rp 200.000,00." "Ah mahal banget, aku tidak punya uang untuk itu". "Tenang, kamu bisa nawar kok". Akhirnya disepakati harganya menjadi Rp 50.000,00.

Si perampok berkata lagi, "Aku membawa cincin yang jelek, ini berguna engga buat kamu, kalau engga saya buang". "Jangan, itu adalah kenang-kenangan dari istri saya dulu waktu masih pacaran. Sekarang istri saya masih meninggal." "Oke, kalau begitu akan saya kembalikan, tapi harganya Rp 200.000,00." "Jangan mahal-mahal? Aku kan tidak punya uang" "Tenang, bisa ditawar kok. " AKhirnya berdasarkan kesepakatan harganya Rp 50.000,00.

Setelah itu si perampok melanjutkan lagi, "Oke, aku juga mendapatkan jam tangan yang sudah karatan, Saya balikin atau saya buang?" "Jangan dibuang, kembalikan ke aku. Itu dulu adalah hadiah di SMA waktu aku jadi juara basket" "Baik, kalau saya kembalikan harganya Rp 200.000,00." "Mahal banget? Jangan semahal itu!" " Oke, bisa ditawar kok". Setelah terjadi tawar-menawar hanrganya menjadi Rp 50.000,00.

Setelah terjadi pembayaran apakah langsung diberikan semuanya? KTP dan SIM nya langsung diberikan,aauah tetapi jam tangan dan cincinya diganti dalam bentuk surat gadai. Rupanya si perampok menggadaikan jam tangan dan cincinnya seharga Rp 50.000,00. Jadi perampok kedua ini memperoleh uang Rp 50.000,00 (hasil rampokan) + Rp 50.000,00 (ktp dan SIM) + Rp 50.000,00 (cincin) + Rp 50.000,00 (jam tangan) + Rp 50.000,00 (surat gadai) = Rp 250.000,00. Jadi, dia memiliki hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perampok pertama.

Begitulah dengan bisnis. Apabila kita memiliki model yang bagus, tentu saja keuntungannya akan jauh lebih besar. Atau jika kita kesulitan menghadapi saingan yang kuat, kita bisa membuat model lain sedemikian hingga keuntungan kita jauh lebih besar.
Misalnya saat ini sistem operasi di komputer yang terkenal adalah windows dan macintosh. Dua-duanya adalah sistem operasi yang baik, kuat dan marketingnya sangat bagus. Untuk menyaingi semu itu ada perusahaan-perusahaan yang membuat sistem operasi yang gratis (open ware), di antaranya LINUX dan android Keduanya memang gratis, tetapi mereka masih bisa mendapatkan keuntungan dari program-program yang bisa jalan di kedua sistem operasi ini

Sebuah toko handphone, keuntugan tertinggi bukan dari handphone nya, tetapi biasanya dari penjualan aksesoris. Akan tetapi dari sisi prosentase, keuntungn terbesar justru dari software, karena software tanpa modal. Software bisa dicari gratis di internet, setelah itu tinggal diinstall ke handphone. Software yang sebelumnya memiliki harga yang cukup fantastis, lama-kelamaan harganya turun. Dulunya Rp 50.000,00 turun menjadi Rp 20.000,00 kemudian turun lagi Rp 10.000,00 akhirnya menjadi Rp 5.000,00 bahkan sampai Rp 3.500,00. Kenapa bisa terjadi? Karena adanya persaingan dari banyak toko handphone. Mereka ingin jualannya paling laku, sehingga saling menurunkan harga.

Akan tetapi, selalu ada toko handphone yang memiliki model yang berbeda, dan keuntungannya jauh lebih besar. Apa yang dilakukan? Dia justru menggratiskan software. Dengan memasang spanduk besar-besar yang bertuliskan GRATIS SEMUA SOFTWARE. Tentu saja tulisan ini memancing orang untuk datang. Ketika datang mereka semua antri untuk mendapatkan installan software gratis. Dan memang mereka mendapatkan sofware gratis. Nah, orang-orang yang antri ini adalah mereka yang berminat terhadap software. Mereka seolah-olah adalah ikan-ikan kelaparan yang siap dipancing. Akhirnya brosur yang sensasional disebarkan pada mereka. Isinya menjual sofware terbaru dengan berbagai kelebihannya plus mendapatkan hadiah kaos. Anehnya dengan cara seperti ini keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan bersaing dengan membanting harga.

Senin, 10 September 2012

Nilai Tambah dan Faktor Kali



Salah satu rahasia kaya tercepat adalah memiliki nilai tambah dan faktor kali. Nilai tambah adalah nilai yang bida ditawarkan dan membuat orang lain tertarik. Jika anda baik, dan orang lain tidak baik, maka baik adalah nilai tambah. Akan tetapi jika semua orang baik, maka baik adalah nilai standar. Jika anda bida membuat makanan enak, sementara makanan yang lain kalah enak dengan makanan anda, maka enak adalah nilai tambah. Akan tetapi, jika semua makanan enak seperti makanan buatan anda maka enak adalah nilai standar.Faktor kali merupakan sesuatu yang apabila disentuh, efeknya langsung multiplier. Dengan cara ini maka kita bisa menjual dengan volume yang jauh lebih besar.

Kenapa Bill Gates pernah menjadi orang terkaya di dunia? Rahasaianya ternyata adalah nilai tambah dan faktor kali. Bill gates memiliki produk yaitu windows. Dengan windows orang bisa menjalankan banyak sekali program. Ini merupakan nilai tambah. Selanjutnya yang paling berpengaruh bagi kekayaan Bill gates adalah faktor kalinya. Dengan faktor kali ini maka penjualan Bill gates menjadi begitu dahysat. Makanya Bill gates seringkali disebut marketer nomor 1 kelas dunia. Seandainya Bill Gates jualan Bakso juga, maka baksonya akan menjadi bakso paling laris sedunia. Walaupun Bill Gates terkenal sebagai seorang programmer, tapi kemampuan marketingnya jauh lebih hebat dibandingkan dengan kemampuan programernya. Apa yang menjadi faktor kali dari Bill Gates? Yang menjadi faktor kali adalah perusahaan-perusahaan elektronik kelas dunia, misalnya hp, fujitsu, accer, IBM, Sony, Axioo, asus, compaq dan masih banyak lagi. Semua perusahaan tadi menggunakan windows sebagai sistem operasinya, dan setiap perusahaan bisa menjual produknya sampai jutaan.

Apa saingan berat dari Bill Gates? Saingannya adalah macintosh, yaitu sistem operasi yang dimiliki oleh Steve Jobs di perusahaan Apple Computer. Macintosh hanya bisa dipakai di Apple Computer. Karena itu penjualannya tentu kalah jauh dengan Bill Gates. Ini yang menjadi jawaban, kenapa Bill Gates jauh lebih kaya raya dibandingkan dengan Steve Jobs.

Sekarang jika anda sudah memiliki perusahaan, selalu pikirkan apa yang menjadi faktor kali anda. Faktor kali inilah yang akan menjadi penyebab kekayaan anda, asalkan anda sudah memiliki nilai tambah. Tanpa nilai tambah faktor kali anda hanya akan memberikan kerugian bagi banyak orang. Jika anda memiliki memiliki apotek yang memberikan keuntungan, ini tentunya adalah nilai tambah. Apa yang menjadi faktor kali anda? Salah satunya adalah anda bisa membangun tempat di sebelahnya untuk praktek dokter bersama, ini tentunya akan menambah penjualan anda. Selanjutnya anda bisa membangun cabang-cabang sebagai faktor kalinya. Jika anda ingin lebih cepat, maka pembuatan cabangnya adalah dengan menggunakan franchise. Dengan franchise ini maka pembukaan cabang akan jauh lebih cepat. Jika ingin lebih cepat lagi maka pembukaan cabangnya bisa dengan go public, yaitu menjual saham ada di pasar saham.

Bagaimana jika anda tidak memiliki nilai tambah? Jika anda tidak memiliki nilai tambah, buatlah nilai tambah, jika masih tidak bisa, gunakan nilai tambah orang lain. Caranya ? Caranya yaitu anda cari seseorang yang punya produk yang bagus, tapi hanya memilki satu perusahaan. Misalnya ada sebuah bengkel sepeda motor yang ramai. Ini tentunya adalah nilai tambah. Selanjutnya ada bisa bekerja sama dengan orang itu untuk membuat faktor kalinya. Misalnya anda mengajak orang tadi untuk membuka cabang. Anda yang mengurus pembukaan cabangnya, mencari dan mencari pemodalnya. Susah donk mencari pemodal ? tentu tidak sesulit dibandingkan anda membuka perusahaan baru. Membuka perusahaan yang baru, butuh kerja yang sangat serius untuk mencari modal dibandingkan dengan perusahaan yang sudah bisa berjalan dan profit. Jika anda ingin membangun dengan lebih cepat dan lebih mudah mencari pemodal, buatlah sistem franchisenya. Kalau saya tidak bisa membuat sistem franchise gimana? Anda bisa mencari orang yang ahli membuat franchise. Wah kalau gitu harus keluar modal dulu ? Anda tidak harus keluar modal dulu. Anda bisa membayarnya setelah mulai mendapat keuntungan, dengan prinsip bagi hasil.

Misalnya ada sebuah rumah makan yang ramai sekali, tapi sudah 10 tahun cabangnya hanya satu. Anda bisa menemui pemiliknya dan bertanya, berapa keuntungan yang diperolehnya.
Anda     :"Pak kalau boleh tahu, berapa keuntungan Bapak per bulan?"
Pemilik :"Sekitar Rp 15 juta"
Anda     :"Maukah keuntungan Bapak naik 10 kali lipat ?"
Pemilik :"Oh, mau-mau, gimana caranya?"
Anda :"Begini pak, jumlah penduduk Indonesia ini kan 250 juta, kenapa rumah makan anda tetap satu? Sini pak, saya buatkan sistem franchisenya."

Anda bisa menjelaskan dengan baik sehinga pemilik rumah makan memahaminya. Apakah pemilik rumah makan selalu mau? jawabannya belum tentu. Jika belum tentu, cari saja rumah makan yang lain yang rame. Jika tidak mau, cari lagi. Begitu seterusnya. Satu saja diterima, anda bisa mengatakan "Hore ...."
Setelah franchise jadi, anda bisa menjualnya. Anda bisa membuka banyak cabang tanpa harus megeluarkan uang. Anda memiliki faktor kali dengan memakai nilai tambah orang lain.
Ingat juga, ketika anda memberikan tawaran orang lain gunakan prinsip win-win. Lebih sepesifiknya buatlah orang lain win dulu, baru anda win.

Ada lagi seseorang yag mencari faktor kali tanpa membuka perusahaan. Ketika itu dia mencari nilai tambah orang lain. Ada seorangibu-ibu yang memiliki produk berupa kripik tempe. Karena enak sekali dia mencoba membeli kripik tempe tadi dan mejualnya. Akhirnya dicobanya menawarkan ke carefour. Ternyata setelah diterima carefour, kripik tempenya cepat habis. Akhirnya Carefour meminta lagi, tidak hanya satu carefour, tetapi carefour se Indonesia. Karena pesanan begitu banyak, dia mencoba menemuhi ibu-ibu pembuat kripik tempe tadi. Melihat order begitu banyaknya, akhirnya ibu-ibu tadi menyerah. Masalah bisa terselesaikan setelah dia merekut banyak karyawan untuk membuat kripik tempe supaya semuanya bisa terkerjakan.

Jadi, jika anda ingin kaya raya, selalu fokuslah pada faktor kali anda. Cari dulu nilai tambah, nilai tambah tidak harus punya kita sendiri, bisa punya orang lain. Setelah itu fokuslah pada faktor kali. Jika anda hanya fokus pada perusahaan anda, sementara perusahaan anda hanya satu cabang, maka sebenarnya anda belum fokus pada faktor kali. Perusahaan anda ketika satu cabang mungkin tidak bisa besar. Tidak bisa besar di sini mungkin karena salah lokasi ayau karena kesalahan lain. Beranikanlah untuk membuka cabang, karena cabang yang kita buka bisa jadi malah lebih besar. Ingat, bergabunglah dengan komunitas bisnis supaya anda selalu dapat informasi untuk membesarkan perusahaan anda.




Sabtu, 08 September 2012

Sejarah Uang



Pada zaman dahulu, orang mencari kebutuhannya dengan cara berburu, memetik di pohon, mencari di sungai, atau dengan cara lain mengambil di alam. Akan tetapi, dengan cara ini mereka hanya mendapatkan 1 jenis perlengkapan kebutuhannya saja. Yang ke sungai hanya mendapat ikan, yang memetik di pohon mungkin hanya mendapatkan  salah satu dari buah-buahan, sayuran ataupun umbi-umbian. Mereka biasanya mendapatkannya hanya 1 macam atau 2 macam.

Ketika jumlah manusia mulai bertambah, mereka seringkali mendapati temannya membawa sesuatu yang berbeda. Ada yang mendapatkan banyak singkong, tetapi orang lain mendapatkan banyak pisang. Maka muncullah ide, yang mendapatkan singkong ingin menukarkan sebagian singkongnya dengan pisang. Ternyata yang mempunyai pisang juga menginginkan singkong, sehingga mulai saat itu ada kegiatan tukar menukar barang yang disebut barter. Dengan barter ini, orang akan memiliki apa saja yang dia ingingkan, asalkan orang lain punya. Apakah barter ini masih dilakukan sampai sekarang ? Apakah sekarang ini ada orang yang beli handphone pakai kambing ? Mungkin saja. Kenyataannya Indonesia dengan Thailand pernah menukar pesawat terbang dengan beras ketan. .....

Pada perkembangannya orang menemui banyak kesulitan. Hal ini dikarenakan kebutuhan manusia terus meningkat. Yang punya beras, ingin memiliki sayur, daging dan buah-buahan, sehingga dia harus menukar berasnya dengan sayur, setelah itu dia pergi ke tempat orang yang punya daging. Dia juga harus mencari orang yang punya buah-buahan. Kegiatan ini tentu saja melelahkan. Akhirnya muncullah ide, orang yang punya barang-barang ini berkumpul di satu tempat, yang sekarang kita sebut pasar.

Setelah membangun pasar acara barter menjadi lebih mudah. Akan tetapi, selalu saja muncul masalah baru. Orang agak kesulitan menentukan nilai barang. Mereka bingung jika daging ditukar dengan beras dapatnya mesti seberapa. AKhirnya masalah ini mulai terpecahkan ketika mereka menganggap kerang sebagai sesuatu yang berharga. Mereka mulai membandingkan setiap barang dengan kerang. Jadi, siapa saja yang punya banyak kerang, mereka akan menjadi kaya raya. Pada perkembangannya ketika orang sudah menemukan emas dan perak, mereka mulai membandingkan harga barang dengan emas dan perak. Akhirnya emas dan perak dipakai untuk menilai harga barang. Maka di saat itu, emas dan perak kita anggap sebagai mata uang.

Orang yang punya banyak emas, adalah orang yang kaya. Akan tetapi, mereka yang punya banyak emas merasa tidak tenang, karena sangat beresiko untuk dirampok orang. Akhirnya muncullah jasa penitipan emas. Orang menitipkan emasnya ke tempat penitipan dan ditukar menjadi kuitansi. Pada perkembangannya, kuitansi yang diterima bisa dipertukarkan, dan ini merupakan awal perkembangan uang kertas. Pihak yang dititipi emas, selanjutnya berubah istilah menjadi bank.

Akhirnya, bank mulai mencetak kuitansi-kuitansi ini. Kuitansi ini akhirnya bisa dijadikan alat tukar atau uang kertas. Yang unik, orang akhirnya jarang sekali mengambil emasnya di bank. Paling-paling hanya sekitar 10% yang mengambil emasnya. Dengan kondisi ini, akhirnya bank berani membuat uang kertas sampai sepuluh kali lipat emas yang ada, sehingga bank bisa mendapatkan banyak uang dari bunga uang yang dipinjamkan.

Lagi-lagi cara-cara ini masih memiliki kelemahan. Orang tetap kesulitan membawa uang kertas jika jumlahnya banyak. Maka dibuatlah uang jenis baru yang berupa  kotak tipis yang disebut ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Dengan ATM ini orang bisa membawa uang kemana-mana dan bentuknya praktis. Jika uang ini dicuri orang lain, tetap saja pencuri tidak bisa menggunakannya jika tidak mengetahui nomor PIN nya. Orang bisa melakukan jual beli dengan melalui ATM. Dengan ATM orang bisa mengirimkan uang tanpa harus memikirkan memberikan kembalian. Jika orang membayar seharga Rp 753, 264,- maka tinggal mengetikkan sejumlah itu. bagaimana jika memakai uang kertas dan uang logam? Tentunya orang akan kesulitan membayar ataupun memberikan kembalian.

Hari ini terjadi perubahan lagi. Uang bisa dikatakan tidak ada wujudnya. Orang bisa melakukan pembayaran sekalipun tidak ada ATM. asalkan masih ada koneksi internet, ataupun handphone orang bisa melakukan transaksi. Dengan adanya kecanggihan teknologi ini, orang bisa bertransaksi dengan berbagai macam cara.