Senin, 07 Januari 2013

Easy Come Easy Go







Banyak orang yang memiliki prinsip Easy Come Easy Go. Artinya sesuatu yang datangnya cepat maka perginya juga cepat. Istilah ini lebih seing dipakai untuk uang. Semakin cepat uang datang maka semakin cepat juga uang pergi. Benarkah ?

Bisa iya bisa juga tidak. Memang terkadang ketika seseorang gajinya mulai naik, maka tingkat konsumtifnya juga semakin naik. Dulu kemana-mana hanya naik angkot. Setelah gajinya naik, dia mulai membeli sepeda motor. Ketika gaji sudah mulai naik lagi, dia ganti sepeda motornya dengan mobil. Begitu seterusnya.

Jadi semakin gaji tinggi ternyata pengeluaran semakin besar. Semakin mudah uang datang, ternyata semakin mudah uang pergi. Terus apa gunanya punya penghasilan besar ? Toh perginya juga epat? Jadi, sudahlah tidak usah melakukan usaha untuk menaikkan penghasilan. Toh nanti juga cepat hilang.

Terus terang, saya tidak mau memakai prinsip di atas. Saya lebih suka sedikit mengubah kata yang di belakang, sehingga menjadi Easy Come Easy Grow. Uang semakin cepat datangnya, semakin cepat pula tumbuhnya.

Jika kita ingin memiliki pasif income, maka cara yang umum adalah kita harus memiliki uang untuk diinvestasikan. Dari mana uangnya kalau kita tidak punya penghasilan yang besar ? Jadi usahakanlah anda memiliki penghasilan yang besar, entah dari kerja, dari bisnis ataupun dari proyek. Kemuadian sebagian penghasilan anda disisihkan untuk diinvestasikan di tempat yang aman.

Dengan meletakkan uang kita di tempat investasi yang aman maka uang akan semakin tumbuh. Dengan cara ini maka prinsip Easy Come Easy Grow bisa kita jalankan. 

Jika pasif income kita sudah cukup besar sehingga bisa membiayai gaya idup kita maka semua penghasilan kita di luar pasif income jangan dikeluarkan lagi (kecuali buat sedekah). Usahakan penghasilan tadi kita jadikan pasif income. Jika anda sudah bisa seperti ini, maka anda sudah masuk kategori  orang kaya.

Menurut Robert Kiyosaki, orang kaya bukanlah orang yang penghasilannya besar. Orang kaya adalah orang yang pasif incomenya bisa membiayai gaya hidupnya. Jadi, saran saya bangunlah selalu pasif income. Sekali uang masuk jangan pernah dikeluarkan. Suruh uang bekerja untuk anda, yaitu menjadi pasif income. Suruh uang kerja rodi buat anda. Jika perlu, suruh uang kerja romusa untuk anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar