Kamis, 11 Oktober 2012

Cara Menghitung Bisnis





Dalam bisnis, pentingkah menghitung ? Jawabannya adalah iya. Walaupun begitu, banyak pebisnis sukses yang mengajarkan agar kita tidak menghitung-hitung kalau berbisnis. Karena kalau dihitung-hitung, biasanya kita tidak jadi bisnis. Karena, begitu dihitung, kebanyakakan kita menjadi takut dengan resiko. Dengan ketakutan ini, kita tidak jadi take action dalam bisnis. Padahal take action adalah rumus utama untuk menggapai kesuksesan. Cara ini juga kita anggap benar. Karena dengan cara seperti ini maka kita cepat take action.

Idealnya kita harus menghitung bisnis dan cepat take action. Yang lebih penting adalah kita tahu cara menghitung bisnis secara benar. Sebelum kita mengetahui cara menghitung bisnis dengan benar, maka kita perlu mengetahui apa bedanya resiko dan beresiko. Resiko adalah akibat, jadi bisa akibat baik dan akibat buruk.Resiko perlu kita hadapai, tetapi kita perlu meninggalkan hal-hal yang beresiko.

Apa maksudnya beresiko?
Jika kita menginvestasikan uang kita sebesar Rp 10 milyar, untuk bisnis yang kita tidak begitu menguasainya, dan untuk itu kita harus menggadaikan rumah dan seluruh harta kita, ditambah lagi kita hutang kepada orang, dimana orang ini adalah mantan narapidana yang baru keluar dari penjara dan mantan narapidana ini dulunya pernah membunuh orang, maka bisnis ini bagi kita adalah beresiko. Akan tetapi, jika bisnis seperti ini dikerjakan oleh Bill Gates, maka hal ini tidak beresiko.

Nah untuk mengetahui kondisi yang kita hadapi ini merupakan resiko dan beresiko ini maka kita perlu menghitung bisnis secara benar. Misalnya kita memiliki uang Rp 20 juta, kemudian ada bisnis senilai Rp 1 juta, akan tetapi kemungkinan kita berhasil adalah 10%, maka sebaiknya kita ikut atau tidak ? Jawabannya tergantung, berapa besar keuntungan bisnisnya. Walaupun ;peluangnya 10%, akan tetapi jika sekali untung mendapatkan Rp 50 juta, maka sebaiknya jalankan saja ?

Kenapa? bukannya peluang untungnya  hanya 10% ? Itu kan terlalu kecil ? Jawabannya iya. Akan tetapi kita memiliki uang Rp 20 juta, dan sekali mencoba hanya Rp 1 juta ini bereti kita bisa mencoba bisnisnya 20 kali. Karena peluangnya 10% maka perkiraannya kita akan brhasil 2 kali. Setiap berhasil kita mendapatkan 50 juta, maka berarti kita mendapatkan Rp 100 juta. Enak kan ? dari Rp 20 juta berubah menjadi Rp 100 juta.

Dari sinilah kita mesti mulai bisa menghitung bisnis. Dengan menghitung maka bisnis kita akan lebih terstruktur. Artinya, bisnis memang harus segera dibuka, agar kita segera memiliki pengalaman. Jika tidak utung, minimal kita memiliki pengalaman. Pengalamanlah yang menjadi guru terbaik dalam bisnis. Jika bisnis anda sudah mulai besar, maka menghitung adalah hal yang sangat penting. Pengusaha banyak yang hancur hanya gara-gara salah hitung. Tidak ada penguaha besar yang hancur gara-gara beli baju mewah atau kemewahan lainnya. Mereka seringkali hancur gara-gara salah hitung.

Selasa, 25 September 2012

Berjalan Di Atas Garis Kematian


Leading Above The Death Line

Setiap perusahaan pasti mengalami kenaikan dan penurunan. Kenaikan mrerupakan sesuatu yang menyenangkan, tapi sebaliknya penurunan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Akan tetapi, penurunan ini tentu tidak bisa kita hindari. Perusahaan yang naik terus, tentu ada penurunan di sela-sela kenaikannya. Apakah penurunan ini berbahaya? Tentu saja tidak selalu. Yang terpenting, penurunan tadi tidak sampai di bawah garis kematian. Jika sampai di bawah garis kematian, mau tidak mau perusahaan tersebut pasti tutup .

Bolehkah kita menghadapi resiko? Jawabannya harus.Hanya saja tidak setiap resiko harus kita hadapi secara frontal. Kita perlu strategi untuk menghadapinya. Jangan sampai ketika menghadapi resiko kita megalami kerugian hingga mencapai posisi di bawah garis kematian. Yang jelas resiko perlu kita kelola. Kita perlu melakukan manajemen terhadap resiko.

Apa bedanya antara resiko dengan beresiko ?
Resiko merupakaan akibat yang pasti kita hadapi. Sementara sesuatu yang beresiko haruslah kita hindari. Misalnya ada seorang pegawai negeri mengadakan join usaha dengan seseorang yang baru dikenal. Dia menggunakan uang tabungannya sebesar 100 juta untuk memodali usaha tersebut. Sebenarnya pegawai negeri ini tidak begitu mengerti dengan usaha yang digeluti. Orang yang join usaha dengan pegawai negeri ini dulunya mantan narapidana yang baru bebas dari penjara. Jelas saja apa yang dilakukan pegawai negeri ini beresiko. Akan tetapi jika hal ini dilakukan oleh Bill Gates, jelas tidak beresiko.

Seandainya uang 100 juta rupah ini hilang dari tangan Bill Gates, maka idak memberikan efek apapun terhadap kekayaannya, karena kekayaan Bill Gates begitu luar biasanya. Akan tetapi bagai pegawai negeri ini, jika sampai usahanya rugi, maka dia tidak akan sanggup menerimanya.

Jadi, hadapilah resiko dengan hati-hati dan pikiran yang matang. Hindari hal-hal yang beresiko. Karena hal-hal yang beresiko bisa mengarahkan anda di bawah garis kematian. Bisa jadi setelah itu perusahaan anda akan runtuh, atau anda tidak mau berbisnis lagi.