Sabtu, 12 Desember 2009

Roti Tawar 300 juta



Bagaimana caranya menjual sepotong rot tawar dengan harga 300 juta dan orang masih berebut?

Caranya sebenarnya mudah, yaitu roti tawarnya diberi hadia emas senilai 850 juta.Wah pantesan, tapi apa tidak rugi?
Ternyata tidak, karena emasnya beli di pabriknya, harganya 250 juta. Jadi penjualnya masih untung 50 juta
Sekarang ini banyak penjualan yang sensasional. Ketika persaingan sudah semakin ketat dengan membanting harga, maka kita harus kreatif. Jika dalam marketing kita hanya membanting harga, berarti kita tidak punya inovasi dalam marketing.
Bagaimana penerapan penjualan roti tawar di atas? Sebenarnya mudah. Salah satu kisah nyata adalah sebagai berikut :
Ketika kredit sepeda motor sudah saling membanting harga , misalnya DENGAN UANG 200 RIBU ANDA BISA MEMBAWA PULANG SEPEDA MOTOR HONDA. maka ada tempat baru yang kreatif, yaitu FIF.
FIF membuat iklan DENGAN UANG 300 RIBU, ANDA BISA MEMBAWA PULANG SEPEDA MOTOR HONDA + MEJA BELAJAR SENILAI 450 JUTA RUPIAH. Ketika seseorang mengecek harga meja belajarnya di toko lain, ternyata memang Rp 450 ribu.Kenapa bisa begitu? karena meja belajarnya beli di pabriknya, harganya hanya 100 ribu.
Anda juga bisa berinovasi dengan cara seperti ini kan?
Seperti :Berhadiah batik katun senilai Rp 150 ribu, padahal anda beli batik katunnya di klewer, Solo.
Berhadiah payung cantik senilai Rp 42 ribu, padahal anda beli gi grosir, Rp 12 ribu, dan sebagainya.

Jumat, 11 Desember 2009

Sinergi Antara Bisnis Dan Property




Berikut ini adalah pengalaman Pak Purdi Chandra dalam membuat sinergi antara bisnis dan property
Saat masih merintis usahanya, Purdi telah membeli rumah dengan luas tanah 400m2 seharga 60 juta rupiah. Untuk membiayai pembelian ini ia menggunakan KPR dari bank papan senilai Rp 50 juta rupiah.


Tahun berikutnya ia mengagunkan rumah tersebut ke bank BTN. Dia katakan bahwa dia membutuhkan modal untuk mengembangkan primagama dan masih punya hutang di bank papan dengan agunan rumah. Dia meminta petugas bank untuk melakukan penilaian jika rumah tersebut diagunkan ke bank BTN. Maksudnya dia ingin mengetahui besaran kredit yang ia dapatkan di bank BTN. Setelah dilakukan penilaian, ternyata Bank BTN berani mengucurkan kredit sebesar 150 juta rupiah.

Dengan uang 150 juta rupiah dari bank BTN tersebut, Purdi melunasi sisa cicilan hutang di bank papan dan sisanya dipakai sebagai modal untuk membuka cabang Primagama.
Tahun berikutnya dengan metoda yang sama, Purdi mengambil pinjaman dari bank Exim sebesar 250 juta rupiah. Dengan uang itu dia mengambil pinjaman di bank BTN dengan menggunakan sisanya untuk membuka cabang Primagama. Selanjutnya, bank BRI memberikan pinjaman sebesar 350 juta rupiah dan terakhir bank BNI mengucurkan kredit sebesar 600 juta rupiah

Sekarang setetlah 14 tahun berselang, harga rumah Purdi yang semula Rp 67 juta rupiah dengan luas 180 m2 sudah menjadi 1 milliar rupiah dan mengalami renovasi sehingga luas bangunanya menjadi 350m2. Dahsyat bukan ?