Jumat, 11 Desember 2009

Sinergi Antara Bisnis Dan Property




Berikut ini adalah pengalaman Pak Purdi Chandra dalam membuat sinergi antara bisnis dan property
Saat masih merintis usahanya, Purdi telah membeli rumah dengan luas tanah 400m2 seharga 60 juta rupiah. Untuk membiayai pembelian ini ia menggunakan KPR dari bank papan senilai Rp 50 juta rupiah.


Tahun berikutnya ia mengagunkan rumah tersebut ke bank BTN. Dia katakan bahwa dia membutuhkan modal untuk mengembangkan primagama dan masih punya hutang di bank papan dengan agunan rumah. Dia meminta petugas bank untuk melakukan penilaian jika rumah tersebut diagunkan ke bank BTN. Maksudnya dia ingin mengetahui besaran kredit yang ia dapatkan di bank BTN. Setelah dilakukan penilaian, ternyata Bank BTN berani mengucurkan kredit sebesar 150 juta rupiah.

Dengan uang 150 juta rupiah dari bank BTN tersebut, Purdi melunasi sisa cicilan hutang di bank papan dan sisanya dipakai sebagai modal untuk membuka cabang Primagama.
Tahun berikutnya dengan metoda yang sama, Purdi mengambil pinjaman dari bank Exim sebesar 250 juta rupiah. Dengan uang itu dia mengambil pinjaman di bank BTN dengan menggunakan sisanya untuk membuka cabang Primagama. Selanjutnya, bank BRI memberikan pinjaman sebesar 350 juta rupiah dan terakhir bank BNI mengucurkan kredit sebesar 600 juta rupiah

Sekarang setetlah 14 tahun berselang, harga rumah Purdi yang semula Rp 67 juta rupiah dengan luas 180 m2 sudah menjadi 1 milliar rupiah dan mengalami renovasi sehingga luas bangunanya menjadi 350m2. Dahsyat bukan ?

Sabtu, 04 Juli 2009

Bagaimana Uang Mengejar Kita



Ketika itu dalam seminar Financial Revolution diadakan sebuah game. Judul dari game ini adalah Bagaimana Uang Mengejar Kita. Dalam game ini masing-masing peserta seminar menyediakan selembar kertas. Waktu itu jumlah peserta seminar sekitar 2000 orang. Masing-masing peserta memotong ketasnya menjadi 6 bagian, masing-masing bagian ditulisi 10, 20, 30, 40, 100 dan 200. Nilai ini dianggap nilai uang. Selanjutnya diadakan acara tukar menukar uang ini. Masing-masing peserta diharapkan untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Aturan perhitungannya adalah jika memperoleh uang yang sama maka nilainya dikalikan. Apabila memperoleh uang yang berlainan maka dijumlahkan.
Acara tukar-menukar uang ini langsung dipimpin oleh pembicara yaitu Tung Desem Waringin selama 1 menit saja. Acara tukar-menukar ini sepenuhnya nego, tidak boleh menggunakan kekerasan. Setelah selesai acara tukar-menukar maka nilai uangnya dihitung. Sesuai perjanjian, jika memperoleh nilai sama dikali, dan yang berbeda dijumlah.
Misalnya seorang peserta memperoleh nilai 10, 10, 10, 10, 200, 200, maka nilai uangnya adalah (10x10x10x10)+(200x200) = 10000 + 20000 = 30000
Jika peserta memperoleh uang 20, 20, 30, 30, 40, 100 maka nilainya adalah (20x20)+(30x30)+40+100 =400+900+140 = 1440
Setelah masing-masing peserta menghitung uangnya maka nilainya diaudit oleh teman sebelahnya. Selesai audit, pembicara menanyakan uang yang didapat. Ternyata yang memperoleh 1 juta ke atas hanya sekitar 10%, menarik sekali . Akhirnya Pak Tung (panggilan dari Tung Desem Waringin) berkata “Saya belum ikut main, boleh saya ikut?” semua peserta menjawab boleh.
Akhirnya Pak Tung menyakan, “Siapa yang punya uang 10?, tolong ke depan” Puluhan peserta, mungkin sampai ratusan maju. Paka Tung melanjutkan bicaranya “Saya akan menukar dengan 20, 30, 40, 100 dan 200”. Para peserta makin mempercepat larinya. Padahal Pak Tung hanya butuh 5 orang, jadi hanya 5 orang yang beruntung yang dapat.
Peserta yang mendapat 200 sangatlah happy, yang mendapat 20 juga lumayan happy. Sebelum penukaran, uang Pak Tung adalah 10 + 20 + 30 + 40 + 100 + 200 = 400, dan setelah penukaran uang Pak Tung adalah 10x10x10x10x10x10 = 1000.000.
Pak Tung melakukan semua ini tanpa bergerak satu langkahpun, bahkan waktunya tidak sampai 1 menit. Dari sinilah Pak Tung memberikan pelajaran, bagaimana uang mengejar kita. Agar uang mengejar kita maka ada 5 hal yang harus kita lakukan
1. Kita harus memiliki nilai tambah
2. Nilai tambah harus dikomunikasikan
3. Pengkomunikasian harus kepada orang yang tepat
4. Pengkomunikasian harus dalam jumlah yang banyak
5. Pengkomunikasian harus dengan cara yang tepat