Sabtu, 04 Juli 2009
Bagaimana Uang Mengejar Kita
Ketika itu dalam seminar Financial Revolution diadakan sebuah game. Judul dari game ini adalah Bagaimana Uang Mengejar Kita. Dalam game ini masing-masing peserta seminar menyediakan selembar kertas. Waktu itu jumlah peserta seminar sekitar 2000 orang. Masing-masing peserta memotong ketasnya menjadi 6 bagian, masing-masing bagian ditulisi 10, 20, 30, 40, 100 dan 200. Nilai ini dianggap nilai uang. Selanjutnya diadakan acara tukar menukar uang ini. Masing-masing peserta diharapkan untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Aturan perhitungannya adalah jika memperoleh uang yang sama maka nilainya dikalikan. Apabila memperoleh uang yang berlainan maka dijumlahkan.
Acara tukar-menukar uang ini langsung dipimpin oleh pembicara yaitu Tung Desem Waringin selama 1 menit saja. Acara tukar-menukar ini sepenuhnya nego, tidak boleh menggunakan kekerasan. Setelah selesai acara tukar-menukar maka nilai uangnya dihitung. Sesuai perjanjian, jika memperoleh nilai sama dikali, dan yang berbeda dijumlah.
Misalnya seorang peserta memperoleh nilai 10, 10, 10, 10, 200, 200, maka nilai uangnya adalah (10x10x10x10)+(200x200) = 10000 + 20000 = 30000
Jika peserta memperoleh uang 20, 20, 30, 30, 40, 100 maka nilainya adalah (20x20)+(30x30)+40+100 =400+900+140 = 1440
Setelah masing-masing peserta menghitung uangnya maka nilainya diaudit oleh teman sebelahnya. Selesai audit, pembicara menanyakan uang yang didapat. Ternyata yang memperoleh 1 juta ke atas hanya sekitar 10%, menarik sekali . Akhirnya Pak Tung (panggilan dari Tung Desem Waringin) berkata “Saya belum ikut main, boleh saya ikut?” semua peserta menjawab boleh.
Akhirnya Pak Tung menyakan, “Siapa yang punya uang 10?, tolong ke depan” Puluhan peserta, mungkin sampai ratusan maju. Paka Tung melanjutkan bicaranya “Saya akan menukar dengan 20, 30, 40, 100 dan 200”. Para peserta makin mempercepat larinya. Padahal Pak Tung hanya butuh 5 orang, jadi hanya 5 orang yang beruntung yang dapat.
Peserta yang mendapat 200 sangatlah happy, yang mendapat 20 juga lumayan happy. Sebelum penukaran, uang Pak Tung adalah 10 + 20 + 30 + 40 + 100 + 200 = 400, dan setelah penukaran uang Pak Tung adalah 10x10x10x10x10x10 = 1000.000.
Pak Tung melakukan semua ini tanpa bergerak satu langkahpun, bahkan waktunya tidak sampai 1 menit. Dari sinilah Pak Tung memberikan pelajaran, bagaimana uang mengejar kita. Agar uang mengejar kita maka ada 5 hal yang harus kita lakukan
1. Kita harus memiliki nilai tambah
2. Nilai tambah harus dikomunikasikan
3. Pengkomunikasian harus kepada orang yang tepat
4. Pengkomunikasian harus dalam jumlah yang banyak
5. Pengkomunikasian harus dengan cara yang tepat
Minggu, 28 Juni 2009
Keajaiban dunia ke 8
Ketika Albert Einstein pindah ke Amearika, dia ditanya, "apa yang kamu sukai dari Amerika". Dia menjawab, "Keajaiban duni ke 8". Padahal Einstein tidak hafal keajaiban dunia 1 sampai 7, tetapi dia tahu keajaiban dunia yang ke 8. Apa itu keajaiban dunia yang ke 8? Kata Einstein adalah "bunga- berbunga".
Artinya jika kita menginvestasikan uang kita ke suatu tempat, dan bunganya tidak diambil-ambil, maka dalam waktu tertentu jumlah uang kita akan menjadi dahsyat, luar biasa, tidak seperti yang kita duga.
Sebagai contoh, ada sebuah kisah nyata. Pada tahun 1978 ada seorang pegawai bank yang gajinya hanya Rp 20.000,- sebulan. Setiap menerima gaji dia selalu menyisihkan Rp 2000,- buat ditabung. Ketika gajinya meningkat menjadi Rp 30.000,- diapun menyisihkan Rp 3000,- buat ditabung. Begitu seterusnya, dia menabung 10% dari penghasilannya. Pada tahun 90 an dia telah menjadi pimpinan cabang di sebuah bank. Tahun 1998 terjadi penarikan uang besar-besaran dari bank, sehingga banyak bank yang terancam tutup.
Waktu itu banyak pimpinan cabang yang stress, tetapi dia kelihatan tenang-tenang saja.
Suatu saat ada yang bertanya ,"Pak, kok tenang-tenang saja sih, apa Bapak tidak takut diberhentikan?"
Jawabnya,"Diberhentikan juga tidak apa-apa, wong saya ini jadi pimpinan cabang juga cuma hobi,"
"Ha hobi, maksud Bapak ini gimana?"
Kata si Bapak "Saya kan sudah punya peternakan."
"Maksud Bapak? Selama ini bapak tidak pernah kelihatan punya bisnis. Kok Bapak bisa punya peternakan."
"Ya saya kan punya peternakan duit, bunga deposito saya kan lebih besar dari gaji saya sebagai pimpinan cabang"
Langganan:
Postingan (Atom)