<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582</id><updated>2011-07-07T17:36:40.563-07:00</updated><category term='ptc'/><category term='uang mengejar'/><category term='gratis'/><category term='Uang'/><category term='Keajaiban'/><category term='uang gratis'/><category term='Uang Cepat'/><category term='peternakan uang'/><category term='Bisnis'/><category term='cari uang'/><title type='text'>UANG MUDAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-3982396626072647768</id><published>2010-09-07T19:13:00.001-07:00</published><updated>2010-09-07T19:13:54.598-07:00</updated><title type='text'>Pemerataan Uang</title><content type='html'>Menurut Marshal Silver 5% manusia menguasai 90% uang yang beredar. Sungguh menyedihkan karena 95% manusia hanya memperebutkan 10% uang yang beredar. Anehnya jika uang di seluruh dunia dibagi rata maka tiap orang masing-masing akan mendapatkan $ 2,4 juta atau jika dirupiahkan maka akan menjadi Rp 24.000.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan, jika kita memiliki uang di bawah nilai Rp 24.000.000.000,- berarti kita berada di bawah garis kemiskinan. Kenapa? Karena jika uang kita di bawah Rp 24.000.000.000,- berarti uang kita berada di bawah rata-rata. Anehnya lagi 5 tahun setelah menerima uang tersebut maka komposisi uang akan kembali seperti semula, yaitu 5% manusia akan kembali menguasai yang 90% uang yang beredar lagi. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan sebenarnya bukan masalah banyaknya harta atau uang. Akan tetapi kekayaan adalah sifat. Jika anda menerima uang Rp 24 milyar apa yang akan anda lakukan? Kebanyakan orang dia akan berfikir membeli mobil apa, mau jalan-jalan ke mana dan sebagainya, yaitu sifat konsumtifnya. Jarang orang yang memikirkan apa yang harus saya lakukan supaya uang saya bertambah banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sangat wajar jika seseorang menerima uang Rp 24 milyar maka 5 tahun kemudian kembali miskin. Jadi kaya atau miskin sebenarnya bukanlah banyaknya harta, tetapi sebenarnya adalah sifat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-3982396626072647768?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/3982396626072647768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/09/pemerataan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3982396626072647768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3982396626072647768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/09/pemerataan-uang.html' title='Pemerataan Uang'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8708484702888121960</id><published>2010-09-07T07:15:00.001-07:00</published><updated>2010-09-07T07:15:43.764-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Asu</title><content type='html'>Suatu hari ada seseorang yang antri di bank selama 45 menit. Pada saat itu ada seorang nasabah prioritas yang dating. Karena nasabah prioritas dating maka dibukakan loket baru. Ketika orang yang antri 45 menit tadi melihat orang yang masuk tanpa antri, dia langsung marah marah dan berkata dengan suara keras,”Asu …. Jadi begitu ya kalau kaya boleh tidak antri ya, saya ini sudah antri 45 menit.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pendapat anda? Orang yang mengatakan asu ini pastilah sulit untuk jadi kaya, karena dia membenci  orang kaya, sehingga takut dibilang asu. Semestinya kalau ada seorang yang seperti itu dia mendekati dan bertanya, “Pak, bapak bisa menjadi nasabah prioritas begini syaratnya apa?” Orang itu menjawab,”Sayaratnya saldo minimal Rp 200 juta.” Langsung si penya berkata,”Ooo, kalau gitu punya saya kurang sedikit, kurang sedikit.”  Si orang kaya bertanya, “Memang kurangnya berapa?” dia menjawab “199 juta” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau semestinya bisa bertanya lagi ,”Pak, bapak bisa punya penghasilan besar begini kerjanya apa ya?” Setelah orang itu menjelaskan si penanya berkata ,”Wah pak, saya ini orang yang jujur dan bisa dipercaya …. Saya bisa melakukan ini … itu …. Bapak mau kerjasama dengan saya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga ,”Pak , Bapak bisa seperti ini Caranya gimana? Boleh saya belajar pada Bapak?” Orang yang tadi mengatakan Asu tidak mungkin menanyakan seperti ini, karena tidak ada orang yang belajar dari asu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8708484702888121960?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8708484702888121960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-asu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8708484702888121960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8708484702888121960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/09/belajar-dari-asu.html' title='Belajar Dari Asu'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8146883371769198318</id><published>2010-08-16T04:09:00.001-07:00</published><updated>2010-08-16T04:09:43.303-07:00</updated><title type='text'>Nilai Tambah</title><content type='html'>Uang merupakan alat tukar nilai tambah. Apa itu nilai tambah? Nilai tambah adalah nilai lebih yang dimiliki yang di tempat lain tidak ada. Contoh, jika anda kuat maka kuat adalah nilai tambah, asalkan yang lain  lemah. Tapi jika semuanya kuat maka kuat bukan lagi nilai tambah, tapi nilai standar. Pandai merupakan nilai tambah jika yang lainnya bodoh, akan tetapi jika semuanya pandai, pandai bukan lagi nilai tambah, tapi nilai standar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada sebuah besi rongsokan yang harganya Rp 1500/kg. Jika besi tadi dibuat jadi paku maka harganya menjadi Rp 7500/kg. Ini berarti terdapat nilai tambah semilai Rp 6000/kg. Akan tetapi ternyata besi tadi bisa juga diubah menjadi senilai Rp 1.000.000,-/kg. Caranya yaitu dengan mengubah besi tersebut dengan per (pegas)  jam rolex. Mungkin besi 1 kg tadi bisa dibuat menjadi 1000 per yang harga tiap pernya Rp 1000,-.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8146883371769198318?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8146883371769198318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/08/nilai-tambah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8146883371769198318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8146883371769198318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/08/nilai-tambah.html' title='Nilai Tambah'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-3226390039358278969</id><published>2010-08-11T16:35:00.001-07:00</published><updated>2010-08-11T16:35:52.570-07:00</updated><title type='text'>Faktor Kali</title><content type='html'>Salah satu rahasia agar kita menjadi kaya raya adalah faktor kali. Ini yang menyebabkan kenapa orang kaya memiliki kemampuan mengumpulkan uang ribuan kali lipat dibandingkan orang biasa dalam jumlah yang sama. Ini adalah salah satu rahasia kenapa Bill gates menjadi orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti apa sih factor kali? Jika anda memiliki sebuah kios bakso maka anda akan mendapatakan keuntungan dari kios bakso tadi. Misanya anda mendapatkan Rp 1 juta/bulan, karena bakso anda anda hanya berupa gerobak dan anda dorong sendiri. Kemuadian anda mulai menyuruh orang lain untuk mengurusi bakso tadi dengan membayarnya Rp 600.000,- / bulan, maka anda akan memiliki penghasilan Rp 400.000,-/bulan. Jauh lebih kecil memang, akan tetapi anda sama sekali tidak terlibat di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan anda tidak terlibat di dalamnya maka bisa menambah gerobak lagi dan menyuruh orang lain untuk mengurusinya. Jika anda memilki 10 gerobak tentunya anda akan mendapatkan penghasilan sebesar 10 x Rp 400.00,- = Rp 4.000.000,-/ bulan. Anda tidak perlu terlibat di dalamnya, anda hanya membutuhkan yang namanya pengawasan. Inilah yang disebut faktor kali. Problemnya jika anda membuat seperti ini maka aanda akan membutuhkan modal yang sangat besar. Mungkina anda tidak akan mapu mendirikan sekaligus 10 buah. Mungkin anda hanya bisa membuat 3 buah, itupun dengan hutangan. Dan hutang tersebut memang  sudah mencapai batas kemampuan anda berhutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang biasakah anda mendirikan 100 cabang tanpa anda harus hutang? Tentu saja bisa. Caranya anda mencari pemodal, pemodal tersebut akan menggunakan uangnya untuk membuka salah satu cabang yang anda miliki. Pemodal tersebut juga yang mengawasi supaya cabang bakso anda tetap berjalan dengan baik. Lho apa pemodalnya mau? Ya, tentu saja tidak setiap pemodal mau. Tentu saja pemodal tidak mau jika dia tidak mendapatkan keuntungan. Untuk itu mereka juga harus mendapatkan keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dari Rp 400.000,- tadi pemodal mendapatkan Rp 250.000,- sedangakan anda memndapatkan Rp 150.000,-. Anda tidak perlu terlibat. Anda juga tidak perlu melakukan pengawasan seketat cara sebelumnya. Cara inilah yang disebut waralaba atau franchise. Mungkin dengan cara seperti ini anda bisa memiliki 500 cabang tanpa harus mengeluarkan uang untuk modal. Anda tinggal mendapatkan penghasilan bersih 500xRp 150.000,- atau sama dengan Rp 75.000.000,- / bulan tanpa anda harus terlibat. Inilah yang disebut factor kali dengan cara yang lebih baik. Anda bisa memiliki banyak waktu sehingga bisa mamikirkan untuk membuka bisnis berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya akhir-akhir ini sangat berkembang bisnis franchise. Mereka mengejar faktor kalinya. Nah, sekarang apakah hanya ini saja factor kali? Tentu saja tidak. Misalkan anda bisa membuat makanan ringan. Makanan ringan yang anda buat ternyata sangat disukai orang. Jika anda ingin mendapatkan factor kali yang lebih cepat maka anda tidak perlu membuat perusahaan cabang. Anda bisa mencoba memasarkan ke alfamart, yomart, indomaret, carefour, giant, dan lain-lain. Jika salah satu saja sudah menerima maka anda akan sangat kaya raya, karena perusahaan tersebut memiliki banyak sekali cabang di Indonesia. &lt;br /&gt;Jika anda tidak bisa membuat produk sendiri, apa yang harus anda lakukan? Tentu saja anda bisa memakai produk orang lain. Pilihlah produk yang sudah jelas laku dan disukai orang serta tidak memiliki cabang, atau memiliki cabang yang sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates juga melakukan hal yang sama. Dia memiliki produk yang namanya windows. Windows adalah sistem operasi pada computer disamping Macintosh, Linux, dan Dos. Dos tentu saja sudah tidak dipakai orang, karena kurang menarik Linux pun juga jarang dipakai. Jadi saingan windows hanyalah Macintosh saja. Macintosh hanya dipakai di aple Computer saja, sedangkan windows bisa dipakai di Sony, IBM, Accer, Compaq, Dell, Fujitsu, Axio, Lenovo, dan masih puluhan perusahaan yang lain. Satu perusahaan menjual samapai jutaan kali. Tentu saja dengan cara seperti ini Bill Gates menjadi kaya raya, bahkan menjadi terkaya di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-3226390039358278969?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/3226390039358278969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/08/faktor-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3226390039358278969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3226390039358278969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/08/faktor-kali.html' title='Faktor Kali'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-6862363471670221498</id><published>2010-07-30T17:10:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T17:14:57.277-07:00</updated><title type='text'>Pasif Income</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Istilah pasif income pertama kali dikemukakan oleh Bux Minster Fuller. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh muridnya, yaitu Robert T. Kiyosaki, dalam bukunya Rich Dad and Poor Dad. Pasif Income adalah uang yang bisa kita dapatkan tanpa kita harus terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Pada dasarnya kita semua memiliki pasif income. Setiap orang yang punya tabungan pasti memiliki pasif income. Karena setiap tabungan pasti ada bunganya. Bunga inilah yang kita sebut pasif income. Problemnya bunga dari tabungan ini sangatlah kecil. Sehingga jika kita mengambilnya maka biaya pengambilannya akan lebih besar daripada bunga yang kita dapat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Menurut Robert T. Kiyosaki, orang kaya adalah orang yang pasif incomenya lebih besar daripada gaya hidupnya. Jadi, orang dikatakan kaya atau miskin bukan karena berapa banyak harta yang dimilikinya atau berapa besar penghasilannya. Jika seseorang memiliki penghasilan 10 milyar/bulan, sementara dia memiliki gaya hidup 11 milyar/bulan maka orang tersebut dikategorikan orang miskin. Akan tetapi jika orang memiliki pasif income Rp 500.000,-/bulan sedangkan gaya hidupnya hanya Rp 300.000,-/bulan maka orang tersebut bisa dikategorikan sebagai orang kaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akan tetapi jika Rp 500.000,- tadi berasal dari kerja dia maka orang tersebut masih dikategorikan sebagai orang miskin.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Nah, sekarang pasif income itu bisa dari mana saja. Pasif income bisa berasal dari sewaan, misalnya kost-kostan, perusahaan yang sudah bisa berjalan tanpa kita harus terlibat, penghasilan dari royalty, reksadana, saham-saham yang menghasilkan deviden, deposito, dan lain-lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda bisa memilih pasif income apa yang akan anda bangun?&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-6862363471670221498?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/6862363471670221498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/pasif-income.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6862363471670221498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6862363471670221498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/pasif-income.html' title='Pasif Income'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-1528716612321152057</id><published>2010-07-26T01:02:00.001-07:00</published><updated>2010-07-26T01:02:49.262-07:00</updated><title type='text'>Uang Akar Dari Segala Kejahatan</title><content type='html'>Dalam masalah uang orang ingin selalu punya uang banyak. Akan tetapi banyak hal-hal tertentu, entah itu disadari atau tidak disadari akan menghambat dia untuk memiliki uang banyak. Misalanya adanya perkataan “Uang adalah akar dari segala kejahatan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas memang pernyataan ini benar.  Akan tetapi kalau kita berfikir lebih jauh, apakah memang uang yang menyebabkan orang menjadi jahat.  Jika memang iya, tolong berikan uang anda kepada saya.  Kalau sudah begini maka anda akan berfikir 2 kali. Atau bahkan 3 kali. Benarkah uang adalah akar dari segala kejahatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika dibalik “Tidak punya uang adalah akar dari segala kejahatan?” . “menginginkan uangnya orang lain secara tidak halal adalah akar dari segala kejahatan.  Apakah anda setuju dengan pernyataan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada orang-orang tertentu yang berbuat jahat karena tidak punya uang. Meka mencuri, merampok, mencopet dan sebagainya karena memang tidak punya uang. Jadi justru karena tidak punya uanglah mereka menjadi jahat.  Dalam kitab suci tidak ada pernyataan “Uang adalah akar dari segala kejahatan”. Yang ada adalah “Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan.” Dalam agama Islam terdapat hadist nabi yang kurang lebih isinya “Hampir saja orang fakir menjadi kafir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika anda ingin kaya, hati-hati manggunakan kalimat ini, karena hati kecil anda pasti tidak mau berbuat jahat. Jika anda tetap berfikir uang adalah akar dari segala kejahatan, sedangkan anda ingin menjadi kaya maka fikiran ini akan menghambat anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-1528716612321152057?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/1528716612321152057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/uang-akar-dari-segala-kejahatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/1528716612321152057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/1528716612321152057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/uang-akar-dari-segala-kejahatan.html' title='Uang Akar Dari Segala Kejahatan'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-4453734406534209716</id><published>2010-07-03T21:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T21:26:19.531-07:00</updated><title type='text'>Memilih Bisnis</title><content type='html'>Jika anda termasuk orang yang masih merenungi usaha yang cocok atau sedang mempertanyakan usaha yang tengah anda jalani, itu sudah pas sebagai jalan menuju masa depan anda. Ketahuilah bahwa ada banyak fakta yang membuat anda banyak merenung ulang. Simak berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada umumnya semua jenis barang memilikipeluang ,mencetak keuntungan dan kerugian. Misalnya, anda mengira bahwa warung makan padang lebih untung dari warung tegal. Persoalannya jika warung makan padang Anda tidak laku, bisakah anda untung ? Sejak pertengahan tahun 1990-an, banyak orang berbondong-bondong membuka bisnis IT (information Technology). “Ini adalah bisnis masa depan”, kata mereka. Mengapa selanjutnya bisnis tersebut rontok? Salah satu soalnya adalah pembelinya belum banyak. Sebaliknya banyak orang yang menjalankan bisnis yang tampaknya sepele, ternyata memberikan keuntungan yang memadai, misalnya barang bekas, sampah, dan limbah pabrik. Jadi, permasalahannya bukan pada jenis produk, tetapi pasarnya. Anda boleh merasa keren menjalankan bisnis IT, tapi bukan berarti mereka ang berbisnis sampah tidak mendapatkan keuntungan yang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagian besar usaha mengalami kebangkrutan bukan disebabkan oleh persaingan, melainkan oleh kekurangmampuan mengelola SDM. Banyak perusahaan bisa tumbuh cepat kemudian bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada orang yang mengira jika bisnis dikelola dengan hobi, akan melaju pesat. Faktanya tidak selalu begitu. Hobi memang membantu anda untuk mengetahui seluk beluk kegiatan yang terkait dengan hobi tersebut. Namun, ketika hobi menjadi bisnis, anda perlu mencermati pola jual beli yang layak agar bisa menguntungkan usaha anda. Seorang yang hobinya mengoleksi mobil, ketika jual beli mobil bisa mengalami kesulitan saat menyukai satu mobil tertentu yang seharusnya segera dijual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjual barang yang murah belum tentu laku. Ini adalah soal nilai yang diterima pembeli. Banyak barang yang sangat mahal lebih laku dari pesaing yang menjual lebih murah. Hal ini karena barang dengan harga semahal pembeli merasa memperoleh sesuatu, mungkin kualitas produk, kualitas pelayanan, ataupun soal gengsi saja. Ini soal besarnya “nilai” yang diterima pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak orang ingin melakukan usaha yang belum dilakukan orang lain. Padahal dengan memulai usaha baru yang belum dilakukan orang lain, berarti harus melakukan investasi uang dan waktu yang lebih besar untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang Anda jual bermanfaat bagi konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Langkah Jitu memulai bisnis dari nol (Bambang Suharno)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-4453734406534209716?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/4453734406534209716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/memilih-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/4453734406534209716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/4453734406534209716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/memilih-bisnis.html' title='Memilih Bisnis'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-2973151100643926695</id><published>2010-07-01T19:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T19:45:21.925-07:00</updated><title type='text'>Menjelaskan Detail Proses Pembuatan</title><content type='html'>Seorang konsultan pemasaran ketika melihat proses pembuatan bir, ternyata minuman keras ini disuling (didestilasi/dipanaskan lalu diuapkan kemudian diembunkan sampai keluar H2O murni) sebanyak 9 kali. Konsultan ini bilang, “Ini harus dipaparkan.” Pemilik perusahaan bilang, “Semua perusahaan bir melakukan hal yang sama.”  Konsultannya bilang,”Tidak masalah, menceritakan detail preoses pembuatannya yang unggul ini mengesankan bir anda punya nilai lebih disbanding biro rang lain. Cerita ini berakhir dengan sukses. Ketika cara pembuatan bir melalaui 9 kali penyulingan tersebut dipaparkan, bir tersebut laris di pasaran. Ketika perusahaan lain mengetahui hal ini maka mereka mencoba membuat iklan yang sama, akan tetapi pembeli menganggap perusahaan tersebut hanya ikut-ikutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Marketing Revolution (Tung Desem Waringin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-2973151100643926695?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/2973151100643926695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/menjelaskan-detail-proses-pembuatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2973151100643926695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2973151100643926695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/07/menjelaskan-detail-proses-pembuatan.html' title='Menjelaskan Detail Proses Pembuatan'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8661958677220050317</id><published>2010-04-29T19:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T19:05:58.823-07:00</updated><title type='text'>CARA MEREKRUT SALES</title><content type='html'>Ketika kita ingin merekrut sales, kita harus menentukan terlebih dahulu karakter sales yang kita inginkan serta kompetensi sales yang kita inginkan.  Setelah itu kita buat testnnya serta pengamatannya sedemikian sehingga kita bisa tahu bahwa orang ini memenuhi karakter dan kompetensi yang kita inginkan atau tidak. &lt;br /&gt;Sebagai contoh kita ingin merekrut sales yang sudah berpengalaman. Untuk itu karakter yang kita inginkan harus kita tulis terlebih dahulu.  Metoda ini bisa kita terapkan untuk merekrut calon yang lain, misalkan kita butuh seorang pimpinan, tenaha administrasi, tenaga akutansi, maka kita tinggal menulis karakter yang kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan karakter seorang sales adalah&lt;br /&gt;1. Semangat&lt;br /&gt;2. Tangguh&lt;br /&gt;3. Positif (bukan tukang mengeluh, melainkan dia terus mengambil arti positif)&lt;br /&gt;4. Mau belajar&lt;br /&gt;5. Bisa dipercaya&lt;br /&gt;6. Inisiatif&lt;br /&gt;7. Ramah&lt;br /&gt;8. Asertif /proaktif (tidak pasif dan tidak agresif)&lt;br /&gt;9. Dan seterusnya&lt;br /&gt;Selanjutnya nanti kita list cara mengetestnya seperti apa, wawancaranya seperti apa, sehingga kita akan lebih siap dalam mewawancarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Leadership Revolution (Tung Desem Waringin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8661958677220050317?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8661958677220050317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/cara-merekrut-sales.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8661958677220050317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8661958677220050317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/cara-merekrut-sales.html' title='CARA MEREKRUT SALES'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-6404495812399438542</id><published>2010-04-20T14:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T20:08:14.279-07:00</updated><title type='text'>PRINSIP MEREKRUT KARYAWAN</title><content type='html'>Dalam merekrut karyawan ada 2 jenis test yang mesti kita lakukan. Pertama adalah test tertulis, dan yang kedua adalah wawancara. Test tertulis bisa berupa test IQ, dan ini bisa kita serahkan kepada perusahaan untuk melakukan test, sehingga kita tinggal menentukan kriteria ini dan itu. Setelah melakukan test IQ maka keluarlah kandidat yang kita inginkan, selanjutnya kita adakan test wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara seperti ini tentunya kita lakukan kalau kita mempunyai cukup banyak uang. Jika kita tidak memiliki cukup uang maka kita bisa bisa melakukannnya sendiri (menggali sendiri) dengan melakukan wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dalam merekrut karyawan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pilih karyawan yang PIS, yaitu passion, integritas dan skill (untuk lebih lengkapnya baca di bagian &lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/04/bagaimana-merekrut-orang-yang-tepat.html"&gt;bagaimana merekrut orang yang tepat&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau kita ragu-ragu, lebih baik tidak kita rekrut, kita tunda dulu untuk mencari orang yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalau kita salah, ya sudah, kita harus berani merubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila kita memiliki keempatan untuk merekrut lebih dari satu untuk satu jabatan, maka sebaiknya kita rekrut lebih dari satu (tentu saja cara ini adalah jika kita cukup biaya). Misalnya kita butuh 6 orang sales, dan kita merekrut 12 orang, selama 6 bulan kita seleksi, dan setelah itu hanya 6 orang yang kita pakai, 6 orang berikutnya kita pecat. Semangat kompetensi dan kesulitan yang kita berikan inilah yang akan membuat kita memperoleh karyawan yang jauh lebih tepat. Dan orang-orang yang kita persulit waktu diterima, mereka akan jauh lebih menghargai daripada masuknya gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sesulit mungkin untuk menerima karyawan tetap dan semudah mungkin untuk menerima karyawan tang tidak tepat.  Maksudnya adalah sebagai karyawan baru, mereka mengalamai masa percobaan selama 3 bulan, setelah 3 bulan masa percobaan dia mengalami masa kontrak, dan setelah itu masa kontrak berikutnya, selama itu tidak melanggar undang-undang tenaga kerja. Dari situ kita bisa mengamati dan menganalisa secara lebih tepat, yaitu pada masa kerja.&lt;br /&gt;Karena sebagus apapun test psikologi, sebagus apapun test wawancara, itu adalah bagian dari masa lalu, belum tentu pada waktu kerja orang yang kita anggap tangguh, mereka benar-benar tangguh, orang yang ita anggap semangat ternyata dia mudah mengeluh pada waktu bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tentukan dulu kriteria dan kompetensi yang kita inginkan.      Dengan demikian kita tidak akan merekrut orang karena istilah  “mungkin”.      Apakah boleh kita merekrut orang yang berpoensi sebagai penjual?      Jawabannya tentu saja boleh, tetapi tentu saja proes belajarnya  akan jauh      lebih lama dibandingan dengan orang yang sudah berpengalaman. Lebih  baik      kita mendapatkan orang-orang yang sudah terbukti punya pengaalaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk itu kita perlu melakukan list      terhadap karakter, kompetensinya atau keahlian yang kita inginkan. Rata-rata orang ketika mau memilih seorang manajer, atau memilih seorang tangan kanan atau memilih tangan  kiri, mereka tidak menulis karakter yang diinginkan, mereka tidak menulis  kompetensi yang diinginkan , mereka waktu wawancara hanya ditanya apa kelebihan  anda, apa kekurangan anda, suruh cerita pengalaman cerita masa lalu, kemudian  suruh cerita tentang keluarga, dan lain-lain. Sistem pertanyaanpun tidak  sistematis. Akibatya kita tidak tahu apapun tentang karakternya ataupun  kompetensinya.&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:443034635; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1760093662 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; Untuk lebih jelasnya saya beri contoh : &lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/04/cara-merekrut-sales.html"&gt;cara merekrut sales&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Leadership Revolution (Tung Desem Waringin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-6404495812399438542?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/6404495812399438542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/prinsip-merekrut-karyawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6404495812399438542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6404495812399438542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/prinsip-merekrut-karyawan.html' title='PRINSIP MEREKRUT KARYAWAN'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8136429131255933439</id><published>2010-04-13T07:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T14:34:53.723-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana merekrut orang yang tepat</title><content type='html'>Seorang pemimpin memerlukan orang-orang yang mendukung kepemimpinannya. Untuk itu diperlukan orang-orang yang tepat yang mendukung kepemimpinan dia. Begitu juga dalam suatu perusahaan, sudah tentu perusahaan membutuhkan karyawan yang mendukung kinerja perusahaan. Nah untuk itu kita perlu tahu bagaimana caranya merekrut karyawan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam merekrut karyawan perusahaan tidak tahu kriteria karyawan yang dipilihnya. Bahkan sering terjadi perusahaan dalam mencari karyawannya, hanya berdasarkan sukarela, siapa yang mau ya silakan bergabung.&lt;br /&gt;Ketika ada karyawan yang melamar, di test sembarangan, diwawancarai juga sembarangan, sehingga diperoleh karyawan yang sembarangan. Yang lebih parah lagi jika memperoleh karyawan yang tidak tepat, mereka tidak berani memecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip utama dalam merekrut karyawan adalah PIS, yaitu Passion (semangat), Integritas (kejujuran) dan Skill (ketrampilan yang diinginkan).&lt;br /&gt;• Seandainya kita memiliki karyawan yang memiliki passion dan integritas, tetapi tidak punya skill, apa yang kita lakukan? Jawabannya adalah kita trainingkan&lt;br /&gt;• Seandainya kita memiliki karyawan yang punya integritas dan skill, tetapi tidak memiliki passion apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah kita motivasi atau kita setkan sistem-sistem sehingga karyawan tersebut termotivasi untuk bekerja.&lt;br /&gt;• Jika karyawan tersebut tidak memiliki passion, integritas dan skill, apa yang harus kita lakukan? Sudah tentu karyawan tersebut tidak kita terima, atau kalau terlanjur diterima maka karyawan tersebut harus dipecat.&lt;br /&gt;• Pertanyaan yang menarik, jika seorang karyawan memiliki passion dan skill, tetapi tidak punya integritas, maka apa yang harus kita lakukan? Karyawan ini punya motivasi yang tinggi, dan sangat pinter, tetapi integritasnya sangat diragukana, apa yang harus kita lakukan? Sesuai jawaban dari Jack Welch, the best CEO on planet earth, CEO general electric, maka jika anda memiliki karyawan yang skillnya luar biasa, pinter dan memiliki motivasi yang tinggi, tetapi tidak bisa dipercaya, maka karyawan inilah yang pertama kali kita pecat (dipecat di babak pertama). Kenapa? Kareana kalau dia memiliki passion dan skill, dan tidak punya integitas, seandainya dia mencuri tentu mencurinya tidak sedikit bukan? Sangat berbeda dengan karyawan yang tidak memiliki passion, integritas dan skill, sudah tentu dia jika mencuri hanya sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk membaca lanjutannya silakan klik di &lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/04/prinsip-merekrut-karyawan.html"&gt;prinsip merekrut karyawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Leadership Revolution (Tung Desem Waringin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8136429131255933439?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8136429131255933439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/bagaimana-merekrut-orang-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8136429131255933439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8136429131255933439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/bagaimana-merekrut-orang-yang-tepat.html' title='Bagaimana merekrut orang yang tepat'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-3753045282477280298</id><published>2010-04-08T16:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T18:37:04.076-07:00</updated><title type='text'>Menggunakan Nilai Tambah Orang Lain</title><content type='html'>Sebelumnya saya bahas ini anda saya ingatkan tentang nilai tambah dan faktor kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambah adalah sesuatu kelebihan yang tidak dimiliki tempat lain. Perusahaan yang punya nilai tambah, memiliki sesuatu yang tidak dimiliki perusahaan lain. Jika suatu rumah makan ramai sekali, sudah pasti rumah makan ini punya nilai tambah, bisa karena rasanya enak, bisa karena parkirnya gratis, bisa karena ada tawaran lain yang menarik, dan masih banyak lagi kemungkinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kali adalah sesuatu yang bisa mengalikan penghasilan kita. Faktor kali bisa berupa cabang yang banyak, bisa juga berupa yang badan atau organisasi yang sekali sentuh efeknya multiplier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini akan saya bahas menggunakan nilai tambah orang lain, sehingga kita hanya fokus pada faktor kalinya. Untuk lebih jelasnya saya berikan contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray Kroc&lt;br /&gt;Anda mungkin mengenal nama Ray Kroc. Siapa dia ? dia adalah pemilik Mc Donald, tetapi dia bukan pendirinya. Dia hanyalah orang yang mengembangkan Mc Donald. Sebelumnya Ray kroc adalah seorang sales. Ketika itu dia menawarkan produknya yang berupa pengaduk susu kepada para peimlik rumah makan. Ketika menawarkan kepada Mc Donald bersaudara dia kaget melihat Restoran Mc Donald yang begitu ramainya. Saat itu langsung terfikir oleh dia untuk mengembangkan Mc Donald ke seluruh Amerika. Akhirnya sama dia dibuatlah francaisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kegigihannya dalam mengembangkan perusahaan akhirnya Mc Donald berkembang di seluruh Amerika.Ketika dia ingin mengembangkan Mc Donald ke seluruh dunia, Mc Donald bersaudara malah ingin menjual perusahaannya ke Ray Kroc. Walaupun harganya sepuluh kali lipat aset perusahaan Ray kroc tetap berusaha membelinya. Akhirnya dia mendapatkan pinjaman. Pinjaman itu diperkirakan lunas dalam 30 tahun. Tapi berkat kerja kerasnya akhirnya Mc Donald berkembang ke seluruh dunia dan dia bisa melunasi hutangnya dalam waktu 11 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Howard Schultz&lt;br /&gt;Kisah Howard Schultz hampir sama dengn Ray Kroc.Suatu hari dia mencicipi kopi, rasanya enak sekali. Karena rasanya enak dia berkata kepada pemiliknya, "Anda tahu, di dunia ini ada 5,5 milyar manusia?" (waktu itu). "Lho kenapa memangnya?" "Kalau anda bisa menjual kopi anda kepada manusia di seluruh dunia maka anda akan kaya raya." Singkat kata akhirnya Howard Schultz adalah orang mengembangkan Sturbucks ke seluruh dunia. Walaupun nilai tambahnya dari orang lain, dia mendapatkan faktor kali, karena Sturbucs memiliki banyak sekali cabang di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BreadTalk&lt;br /&gt;Berdasarkan kisah yang pernah saya dengar dari Tung Desem Waringin, pendirian breadtalk di Indonesia sangat unik, Justru tidak pake duit, malah dapat duit. Sewaktu Johny Andrean pergi ke Singapura, dia melihat breadtalk yang begitu ramainya, sehingga dia langsung menemui pemiliknya. Dia menginginkan untuk menjadi master francais di Indonesia. Ketika dia menanyakan harga master francaisnya, sang pemilik menjamawab Rp 1 milyar (maaf ini hanya sekedar angka). Si Johny langsung menawar "bolehkah saya beli Rp 1,2 milyar?" Langsung pemiliknya kaget, kok nawar malah lebih tinggi. Akhirnya si Johny mengatakan," ya saya akan membayarnya 6 bulan lagi". Pemilik sebenarnya kurang setuju tapi si Johny menjelaskan ,"Jika anda mau saya akan memberikan kepada anda tambahan saham 20%". Akhirnya sang pemilik setuju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johny langsung mengumumkan ke seluruh Indonesia, "Akan dibuka frncais bread talk di Indonesia, harganya Rp 500.000.000,-. Khusus buat anda yang mendaftar bulan ini harganya Rp 250.000.000,-. Hanya berlaku untuk 20 orang pertama." Hanya dalam waktu sekejap saja ada 20 orang yang mendaftar, sehingga uang yang dia terima Rp 5 milyar. Dia hanya perlu membayar kepada pemiliknya Rp 1,2 milyar. Jadi dia menerima Rp 3,8 milyar. Walaupun Rp 3,8 milyar ini bukan milik dia, ... (harus dipakai sebagai biaya membangun breadtalk) tapi dia mendapatkan semuanya secara gratis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu jurus cepat kaya tanpa mengeluarkan modal, tetapi menggunakan nilai tambah orang lain. Jika anda ingin mencoba yang lebih sederhana, cobalah dari sekarang, tidak perlu yang besar, anda bisa mencari warung makan yang paling ramai, bengkel yang paling ramai, bakso yang paling ramai (tetapi tentu saja yang tidak punya cabang). Cara ini jauh lebih mudah daripada anda membuat proposal bisnis dan mencari modal. Karena kalau hanya proposal,perusahaan yang anda buat belum teruji. Sebaliknya jika ada perusahaan yang belum teruji, anda bisa lebih mudah mencari modal tanpa harus membuat proposal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak saya sarankan membuat perusahaan baru?&lt;br /&gt;Dari hasil survey, jika ada 100 perusahaan berdiri, yang bertahan sampai 1 tahun hanyalah 20% saja, sehingga hanya 20 peusahaan yang masih hidup. Dari 20 yang masih hidup ini, 4 tahun berikutnya hanya tinggal 20%, sehingga hanya tinggal 4 perusahaan saja. Dengan demikian setelah 5 tahun berdiri, hanya 4% yang tetap hidup. Dari sini saya sarankan jangan mendirikan yang baru, kecuali jika anda memiliki modal yang sudah kuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-3753045282477280298?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/3753045282477280298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/menggunakan-nilai-tambah-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3753045282477280298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3753045282477280298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/04/menggunakan-nilai-tambah-orang-lain.html' title='Menggunakan Nilai Tambah Orang Lain'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-158836034413364656</id><published>2010-03-26T17:37:00.001-07:00</published><updated>2010-03-26T17:37:43.192-07:00</updated><title type='text'>Dua Wanita Pesohor Terkaya di Dunia</title><content type='html'>VIVAnews&lt;br /&gt;By Petti Lubis, Lutfi  Dwi Puji Astuti - Sabtu, 13 Maret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;[Oprah Winfrey] Oprah  Winfrey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Dua wanita perkasa ini memulai kehidupannya  dari 'nol'. Sebelum memasuki dunia hiburan, mereka sempat berjuang untuk  hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang satu, Oprah Winfrey, masa kecilnya dihabiskan  dalam kehidupan yang sangat kekurangan. Sampai-sampai, untuk membeli  baju saja tidak mampu. Akibatnya, bahan baju yang dipakainya di masa  kanak-kanak berbahan karung goni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, satu lagi, J. K.  Rowling, sebelum menjadi penulis buku, ia pernah masuk dalam daftar  orang-orang yang perlu mendapat santunan di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,  keadaan sudah berbalik 180 derajat, kedua wanita ini terpilih menjadi  wanita selebriti terkaya di dunia versi majalah Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah  Winfrey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan: US$ 2,4 miliar (sekitar Rp 24 trilyun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  kekayaan: televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu talk show televisi yang masuk urutan 141  orang paling kaya di Amerika versi majalah 'Forbes' ini telah  memperluas kerajaan dunia hiburannya. Pada 2008, Discovery  Communications bekerjasama dengannya untuk menciptakan Oprah Winfrey  Network. 'The Oprah Winfrey Show' debutnya secara nasional dimulai sejak  1986. Kini, talk show ini telah diputar di 145 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga  kini, acara ini telah mendonasikan keuntungannya untuk kegiatan sosial  sebesar US$ 70 juta. Sayangnya, penampilannya di talk show ini akan  berakhir pada 2011. Oprah akan pensiun dari acara ini dan menciptakan  acara baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.K. Rowling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan: US$ 1 milyar (sekitar  Rp 10 triliun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber kekayaan: royalti buku dan film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film  'Harry Potter' telah meraup lebih dari US$ 5 milyar (sekitar Rp 50  trilyun). Cerita penyihir ini telah diterjemahkan dalam 65 bahasa. Kisah  magis yang diterbitkan pada 1997, ini menjadi sensasi sastra, dan  perfilman di dunia. Penulis terkaya di dunia asal Skotlandia ini tengah  membangun taman "The Wizarding World of Harry Potter" di Universal  Studios, Orlando, yang diharapkan rampung tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah  yang bisa diambil : Daya Juangnya Mudah2an ini bisa jadi salah satu  kisah yang bisa memotivasi kita untuk berjuang dari kondisi saat ini.  Bagaimana impian kita 5 tahun ke depan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-158836034413364656?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/158836034413364656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/03/dua-wanita-pesohor-terkaya-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/158836034413364656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/158836034413364656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/03/dua-wanita-pesohor-terkaya-di-dunia.html' title='Dua Wanita Pesohor Terkaya di Dunia'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-795163108520163848</id><published>2010-01-31T12:17:00.000-08:00</published><updated>2010-04-27T23:36:13.062-07:00</updated><title type='text'>Akio Morita</title><content type='html'>Akio Morita, adalah pendiri perusahaan Sony, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lahir pada tanggal 26 Januari tahun 1921 di Shirakubecko Jepang. Nama Akio Morita artinya adalah sawah yang subur. Sejak usia 10 tahun, Akio sering diajak ayahnya rapat di kantor. Ayahnya berharap jika besar nanti dia bisa menggantikan ayahnya di perusahaan sake miliknya.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak kecil Akio sering membongkar peralaatan elektronik yang tidak terpakai. Hobinya ini justru yang memperburuk nilai sekolahnya. Tapi siapa yang tahu bahwa hobinya ini justru yang menyebabkan dia sukses. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah lulus SMA, Akio melanjutkan kuliahnya di Universitas Osaka. Ayahnya sebenarnya menghendaki dia mengambil jurusan ekonomi, tetapi justru dia mengambil jurusan Fisika. Selama kuliah nilai Akio Morita selalu bagus-bagus. Akan tetapi dia merasa tidak puas. Ya, tidak puas karena hanya belajar teori saja. Dia ingin langsung segera praktek. Dengan rasa tidak pas ini dia akhirnya melakukan riset di laboratorium kampusnya, di bawah bimbingan Pofesor Akada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat itu tahun 1941 terjadi perang dunia II. Pada saat itu laboratorium tempat dia riset dipinjam oleh komite riset angkatan laut. Karena itulah Akio banyak berkenalan dengan militer. Dengan perkenalan itu, Akio tertarik untuk masuk dunia militer. Setelah 3 bulan latihan militer, Akio malah ditempatkan di gudang militer. Kerjanya mengangkat-angkat barang. Sebenarnya ini adalah penempatan yang salah. Tidak berapa lama Akio dipindahkan di laboratorium optik. Tugasnya adalah mencegah kerusakan pada foto udara. Percobaan ini yang akhirnya dijadikan penelitian skripsinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah lulus, pangkat Akio naik menjadi Letnan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saat itu dia dipindahkan sebagai ahli riset dan sipil. Di situlah dia berkenalan dengan Masarua Ibuka, seorang penemu alat pendeteksi kapal selam pada kedalaman 30 meter. Masarua Ibuka adalah mantan dosen Universitas Waseda. Usianya 13 tahun di atas usia Akio Morita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Pada bulan Agustus 1945, pesawat Boeing B-29 superfortres USA terbang di atas Jepang. Pesawat ini akhirnya menjatuhkan bom nuklir di kota Hiroshima dan Nagasaki. Stelah pengeboman ini Jepang menyerah kepada sekutu. Setelah usai perang ini, kondisi Jepang sangat menyedihkan. Jepang kembali ke zaman sepeda. Di sana-sini banyak kehancuran. Tidak ketinggalan juga dengan keluarga orang tua Akio Morita. Keluarga ini ekonominya juga ambruk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untunglah tidak berapa lama Akio menapat tawaran kerja dari Institut teknologi Tokyo. Di situlah dia bertemu dengan Masarua Ibuka. &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-795163108520163848?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/795163108520163848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/795163108520163848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/795163108520163848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html' title='Akio Morita'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-1114298408725437656</id><published>2010-01-22T13:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T20:09:20.926-08:00</updated><title type='text'>Chung Ju Yung</title><content type='html'>Chung Ju Yung dikenal sebagai pendiri hyundai, Lahir di Kangwon-do, Korea tanggal 25 November 1915. Sejak kecil Chung memiliki kemamuan yang kuat untuk belajar. Sewaktu masih kecil dia banyak mendapatkan ajaran Confucius dari kakeknya. Seringkali dia membaca koran yang dipasang di kantor kelurahan.  Ketika dia sudah menamatkan sekolah dasar, chung ingin melanjutkan sekolah. Hanya saja orang tuanya kurang mengerti ari pentingnya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Chung ingin mencari pekerjaan di tempat yang jauh, dengan tujuan untuk menimba pengalaman. Karena takut tidak diijinkan maka Chung kabur dari rumah. Chung akhirnya bekerja sebagai kuli pada pembuatan rel kereta api. Ayah chung akhirnya berusaha mencarinya, dan akhirnya menemukannya.  Chung pulang kampung dan kembali menjadi petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama setelah di rumah Chung kabur lagi. Tetai ayahnya segera menyusul, sehinggga dia kembali ke rumahnya lagi dan bekerja sebagai petani. Walaupun sebagai petani dia sangat rajin. Dia masih selalu belajar dan mencari informasi. Suatu hari dia menemukan koran yang berisi berita dibkanya sekolah di Seoul. Tanpa izin ke orang tuanya dia pergi dan sekolah di sana. Entah bagaimana caranya, akhirnya ayahnya tahu juga bahwa dia sekolah di Seoul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera ayahnya pergi untuk menjemput Chung. Dengan terpaksa akhirnya Chung pulang ke rumah dan bekerja sebagai petani lagi. Tidak berapa lama di desanya terjadi gempa yang sangat menghancurkan, sehingga keadaan menjadi semakin sulit. Walapun begitu Chung tetap berniat untuk pergi lagi. Kali ini dia pergi dengan restu dari orang tua. Orang tuanya sudah tidak bisa melarangnya lagi. Khawatir, jika dilarang nanti Chung juga pasti pergi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chung pergi bersama temannya ke pelabuhan Incon, akan temannya tidak mau melanjutkan perjalanan, sehingga chung menjadi sendirian. Dia meminjam uang temannya, dipakai untuk tambahan biaya perjalanan. Akhirnya Chung bekerja sebagai kuli di pelabuhan Incon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama Chung memutuskan pergi e Seoul. Karena kehabisan bekal di perjalanan, dia bekerja membantu petani yang sedang panen. Tidak berapa lama dia melabjutkan perjalanan ke Seoul. Dia bekerja di Seoul University sebagai kuli bangunan. Karena tidak puas dengan gajinya akhirnya Chung bekerja sebagai pengantar barang di toko pertanian. Karena rajin akhirnya Chung dipercaya untuk memegang tokonya.  Uang yang dia peroleh akhirnya dia belikan property di desanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chung menikah dengan perempuan yang sedesa dengannya pada usia 20 tahun. Setelah menikah, Chung kembali ke Seoul dan mendirikan toko di sana. Pada tahun 1937 Jepang melakukan agresi besar-besaran ke Tiongkok. Hal ini membawa dampak bagi Korea, sehingga Chung menutup tokonya dan segera kembali ke kampungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keadaan aman dia kembali ke Seoul dan membuka bengkel. Karena pelayanannya bagus, bengkelnya cepat besar. Tidak berapa lama dia segera mengambil alih bengkel lain dengan usang hasil tabungannya 2000 won ditambah uang pinjaman 1000 won. Akan tetapi 5 hari setelah itu bengkelnya terbakar. Alam serasa tidak bersahabat dengan Chung.&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html"&gt;William Edward Boeing&lt;/a&gt; (pendiri perusahaan pesawat boeing)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html"&gt;Henry Ford&lt;/a&gt; (Pendiri perusahaan mobil Ford)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/konosuke-matsushita.html"&gt;Konosuke Matsushita&lt;/a&gt; (Pendiri Panasonic)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html"&gt;Akio Morita&lt;/a&gt; (Pendiri Sony)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kekuatanraksasa.blogspot.com/2009/07/pengalamanku-belajar.html"&gt;M Son Muslimin&lt;/a&gt; (narsis juga pembuat blog ini)&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-1114298408725437656?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/1114298408725437656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/1114298408725437656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/1114298408725437656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html' title='Chung Ju Yung'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-3530220833304749560</id><published>2010-01-15T14:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T20:08:05.805-08:00</updated><title type='text'>WILLIAM  EDWARD BOEING</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DnBH837KI/AAAAAAAAAI8/-2fEEKAq51Q/s1600-h/boeing.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427091557481704610" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 203px; height: 262px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DnBH837KI/AAAAAAAAAI8/-2fEEKAq51Q/s320/boeing.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita jarang mendengar nama William Edward Boeing. Akan tetapi kita sering mendengar nama BOEING, yaitu nama perusahaaan pesawat terbang terbesar di dunia. Padahal pria kelahiran Detroit tanggal 1 Oktober 1881 adalah pendiri perusahaan pesawat BOEING tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih kecil Boeing sangat menyukai permainan layang-layang. Boeing pernah kuliah di Yale University, akan tetapi tidak diselesaikan karena kekurangan biaya. Akhirnya Boeing dan ayahnya pindah ke Grays Harbour untuk menjadi penebang kayu di hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lima tahun Boeing tidak pernah mengikuti informasi, bahkan ketika Wright bersaudara menemukan pesawat terbang Boeing juga tidak tahu. Setelah itu Boeing pindah ke Seattle sambil menjadi pengusaha kayu. Di sinilah impiannya untuk membuat pesawat terbang mulai terbuka. Akan tetapi impiannya selalu kandas karena ditentang oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai usia 30 tahun Boeing tidak memiliki sedikitpun pengetahuan tentang pesawat terbang, tetapi dia telah menjadi pengusaha kayu yang sukses. Akhirnya Boeing mengikuti kursus aeronautika di Seattle University Club. Di sinilah dia berkenalan George Conrad Westervelt seorang insinyur angkatan laut Amerika yang ahli pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka berdua mencoba membuat pesawat terbang di perusahaan kayu Boeing. Pada pembuatan pesawat terbang ini mereka mengalami beberapa kali kegagalan karena pesawatnya tidak bisa terbang. Hal ini yang membuat Boeing menangis sedih. Kesedihan bertambah ketika Westervelt dipanggil oleh angkatan laut untuk mengurusi penerbangan di daerah timur.&lt;br /&gt;Akhirnya Boeing memperbaiki pesawat bersama karyawannya, sesuai rancangan Westervelt. Pada tanggal 16 Juni 1916 untuk pertama kalinya pesawat Boeing bisa terbang. Setelah itu Boeing mendirikan Pacific Aero Product Company. Boeing merekrut beberapa orang insinyur yang ahli dalam pesawat terbang. Setelah berhasil membuat 2 pesawat akhirnya Boeing mencoba menjual pesawatnya. Di sini Boeing menemui kegagalan karena orang belum percaya dengan kemampuan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Boeing berhasil menjual kepada Angkatan Laut Amerika. Di sinilanh angkatan Laut memesan 50 buah pesawat terbang. Berita ini merupakan berita baik sekaligus berita buruk. Berita baik karena pesawatnya laku, tetapi ini juga merupakan berita buruk karena Boeing tidak punya modal. Selanjutnya Boeing memperoleh pinjaman dengan menjaminkan seluruh harta bendanya. Ketika pesanan mulai jadi dan dikirimkan ke angkatan laut Boeing juga memberikan rancangan pesawat terbarunya (Model HS 21), ketika itu karyawan Boeing sudah 317 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi berita buruk datang karena perang dunia I berakhir sehingga pihak militer membatalkan pesanan pesawatnya. Ini merupakan pukulan yang sangat keras bagi Boeing, sehingga perusahaan pesawatnya berubah menjadi perusahaan kayu lagi. Setelah keuangan mulai membaik Boeing mulai berusaha untuk tidak tergantung pada militer. Pada tanggal 3 Maret 1919 akhirnya Boeing mendirikan perusahaan Pos Udara, dan pada &amp;amp; Januari 1920 untuk pertama kalinya pesawat B-1 dijual ke Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 30 Juni 1927 berdirilah Boeing Air Transport yang merupakan perusahaan angkutan penumpang udara. Pada saat ini perusahaan pesawatnya telah menjadi perusahaan pesawat terbesar di seluruh negeri. Perusahaan Boeing terus berkembang, walaupun cobaan demi cobaan terus terjadi. Salah satunya sehabis perang Dunia II. Akan tetapi dengan kesungguahan William Edward Boeing dan anak buahnya. Pada 28 September 1956 pengusaha kayu yang elah berubah menjadi pengusaha pesawat terbang ini meninggal. Akan tetapi hasil kerja kerasnya sampai sekarang masih bisa kita nikmati. (msm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah (biografi yang lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5COMSON%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html"&gt;Henry Ford&lt;/a&gt; (Pendiri perusahaan mobil Ford)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/konosuke-matsushita.html"&gt;Konosuke Matsushita&lt;/a&gt; (Pendiri Panasonic)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html"&gt;Chung Ju Yung&lt;/a&gt; (Pendiri Hyundai)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html"&gt;Akio Morita&lt;/a&gt; (Pendiri Sony)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kekuatanraksasa.blogspot.com/2009/07/pengalamanku-belajar.html"&gt;M Son Muslimin&lt;/a&gt; (narsis juga pembuat blog ini)&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-3530220833304749560?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/3530220833304749560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3530220833304749560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/3530220833304749560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html' title='WILLIAM  EDWARD BOEING'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DnBH837KI/AAAAAAAAAI8/-2fEEKAq51Q/s72-c/boeing.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-2859217676368856889</id><published>2010-01-08T13:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T20:06:08.266-08:00</updated><title type='text'>KONOSUKE  MATSUSHITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DlEEnK5YI/AAAAAAAAAI0/xiPsLtFn1_g/s1600-h/konosuke_matsushita.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427089409101718914" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 280px; height: 265px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DlEEnK5YI/AAAAAAAAAI0/xiPsLtFn1_g/s320/konosuke_matsushita.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KONOSUKE MATSUSHITA adalah anak ke delapan dari delapan bersaudara. Lahir pada tanggal 27 November 1894 di Kaiso, provinsi Wikayama dekat Osaka Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kecil ayahnya pernah bangkrut dalam bisnis, sehingga rumahnya disita dan mereka pindah ke kota Wikayama.&lt;br /&gt;Karena kekurangan makanan akhirnya 3 orang saudaranya meninggal dalam setahun sebab kurang gizi. Melihat kondisi ini ayahnya pindah ke Osaka bersama tiga orang saudaranya yang terbesar, sedangkam Matsushita bersama ibu dan kakak terkecilnya masih tetap di Wikayama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sekolah gurunya pernah menyuruh mereka memakai baju Hamaka. Karena Matsushita tidak memiliki baju Hamaka maka ibunya memperkecil baju Hamaka ayahnya. Sampai di sekolah Matshusita malu karena baju yang dipakai sama dengan gurunya sehingga ia pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika umurnya 10 tahun ayahnya mengirimkan surat yang isinya menyuruh Matsushita berhenti sekolah dan kerja di Osaka. Karena taat pada ayahnya Matsushita menurut saja. Ibunya menitipkan pada orang yang mau ke Osaka. Sampai di Osaka Matsushita bekerja membersihkan Hibachi (tungku batu bara). Malam harinya dia tidur sendiri beralas tikar di kamar sempit di antara barang-barang dan tikus serta kecoak yang hilir mudik. Setelah 3 bulan kerja, majikannya bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia akhirnya kerja di toko sepeda. Di sinilah Matsushita selalu memperhatikan cara orang lain bekerja sehingga ia cepat paham cara membuat alat-alat sepeda. Tidak lama setelah itu ayah Matsushita meninggal dunia. Kondisi ini membuat Matsushita sangan sedih karena tidak ada satu orangpun yang melayat. Karena miskinnya maka tidak ada orang yang memperhatikan. Matsushita dalam hati berjanji bahwa dia akan keluar dari kemiskinan ini. Dia tidak mau mengalami hal yang sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berumur 13 tahun Matsushita melihat kereta listrik. Karena sangat kagum dengan kemapuan listrik Matsushita pindah kerja di perusahaan listrik. Di perusahaan ini Matsushita bekerja sangat baik sehingga tidak lama dia diangkat jadi pengawas. Kondisi ini malah membuat Matsushita tidak puas karena ilmunya tidak berkembang. Akhirnya Matsushita keluar dan membuat usaha sendiri, yaitu membuat pitingan lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali Matsushita mecoba membuat, tetapi selalu menemui kegagalan. Ketika kondisi keungannya meburuk mendadak ada orang yang memberi tawaran membuat isolator pada kipas angin. Hal ini yang membuat perusahaan mereka hidup lagi. Akhirnya lima orang diangkat menjadi karyawannya untuk membuat isolator dan pitingan lampu. Karena produksi Matsushita bagus dan murah maka laku keras di pasaran. Tidak berapa lama pemilik toko yoshida menawarkan diri menjadi distributor. Dengan adanya distributor ini Matsushita meproduksi fitting sebanyak 5000 pe bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah satu setengah tahun terjadi masalah, pihak distributor menghentikan kerjasama karena produk tidak laku. Hal ini memnyebabkan produk fitting menumpuk tak terjual selama berbulan-bulan. Akhirnya Matsushita menjual sendiri barangnya ke berbagai kota. Ternyata penjualan yang dilakukan Matsushita mengalami kesuksesan sehingga perusahaan bisa melakukan inovasi berbagi produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1922 perusahaan Matsushita memperluas pabriknya. Akan tetapi pada tahun 1923 terjadi gempa bumi yang menghancurkan pabriknya. Kondisi ini diperparah dengan adanya piutang-piutang yang tidak bisa tertagih, karena mereka juga terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsushita segera bangkit membangun perusahaannya. Ternyata kebutuhan fiiting sangat tinggi sehabis gempa bumi. Hal ini justru membuat perusahaan Matsushita semakin besar sehingga karyawannya sering bekerja lembur sampai malam. Inilah yang membuat Matsushita kasihan kepada karyaawannya sehingga sehingga dia menciptakanlampu senter dengan merk national.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama dibuat juga setrika merk national. Pada tahun 1928 Matsushita mendirikan pabri ke 4 dan ke 5. Perusahaan Matsushita terus berkembang sampai memproduksi baterai dan radio. Pada saat perang dunia II membuat 56 kapal laut dan 3 buah pesawat terbang. Pada saat selesai perang dunia II, perusahaan Matsushita dilarang beroperasi oleh Amerika karena terbukti membantu pemerintah Jepang dalam PD II. Matsushita diijinkan beroperasi lagi pada tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1951 Matsushita mengadakan kunjungan ke Amerika. Tahun 1952 kunjungan ke Belanda dan mengadakan kerjasama dengan Philips. Produk Matsushita terus bertambah, mulai dari TV, mesin cuci, kulkas, blender, vacuum cleaner dan lain-lain dengan merk national ataupun panasonic. Tahun 1960 mendapat undangan dari ratu Yuliana karena kesuksesan kerjasamanya dengan Philips. Yang membuat dia terharu adalah ratu Yuliana sendiri yang membuatkan minuman buat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mathsushita pernah mendapatkan gelar doktor dari Waseda University, padahal SD saja tidak tamat. Matsushita meniggal pada 27 april 1989 pada usia 94 tahun. Ia tidak mau meninggal seperti ayahnya dulu, dan keinginannya itu terpenuhi. Banyak yang melayatnya, termasuk direktur Philips Belanda, PM Jepang Takeshita Noburo. Presiden Amerika Serikat juga memberikan kata sambutan. (msm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah biografi lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html"&gt;William  Edward Boeing&lt;/a&gt; (Pendiri perusahaan pesawat boeing)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html"&gt;Henry Ford&lt;/a&gt; (Pendiri perusahaan mobil Ford)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html"&gt;Chung Ju  Yung&lt;/a&gt; (Pendiri Hyundai)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html"&gt;Akio Morita&lt;/a&gt;  (Pendiri Sony)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kekuatanraksasa.blogspot.com/2009/07/pengalamanku-belajar.html"&gt;M  Son Muslimin&lt;/a&gt; (narsis juga pembuat blog ini)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-2859217676368856889?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/2859217676368856889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/konosuke-matsushita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2859217676368856889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2859217676368856889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/konosuke-matsushita.html' title='KONOSUKE  MATSUSHITA'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1DlEEnK5YI/AAAAAAAAAI0/xiPsLtFn1_g/s72-c/konosuke_matsushita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8769585500174502347</id><published>2010-01-05T08:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T20:03:02.184-08:00</updated><title type='text'>HENRY FORD</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1CiHC-YSbI/AAAAAAAAAIs/J8pn0K41zl0/s1600-h/henry_ford.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427015792922741170" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 200px; height: 200px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1CiHC-YSbI/AAAAAAAAAIs/J8pn0K41zl0/s320/henry_ford.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Henry Ford lahir di Dearborn-Detroit Michigan Amerika Serikat 30 Juli 1863. Ayahnya bernama William dan ibunya Mary Litogot O’ Hern Ford. Sejak kecil Henry Ford sangat menyukai percobaan-percobaan fisika. Ayahnya sebenarnya menginginkan Ford untuk menjadi petani, mewarisi pekerjaannya, akan tetapi Ford lebih suka meneliti tentang mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat usia 13 tahun, ketika pergi bersama ayahnya dengan mengendarai kereta kuda, Ford melihat kereta yang berjalan tanpa memakai kuda. Ford keheranan dan berlari mengejar kereta tersebut. Peristiwa itulah yang mengubah jalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 16 tahun Ford diterima di bengkel Drydock Engine Works. Sambil bekerja dia banyak mengadakan percobaan mesin sendiri. Dia dikeluarkan dari tempat kerjanya karena mesin buatannya meledak. Hal itu tidak membuatnya jera, dia malah banyak mempelajari mesin 4 tak buatan OTTO dari buku-buku perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ada karyawan dari Edison Illuminating Detroit yang mengawasinya, dan akhirnya menawari kerja. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ford. Selain kerja di tempat tersebut Ford juga membuat bengkel di kontrakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesungguhannya meneliti mesin, maka pada usia 29 tahun Ford berhasil membuat sebuah mesin.Itu artinya Ford baru bisa membuat mesin setelah 16 tahun. Mesin itu dipakai untuk menjalankan mobil pertamanya yang diberi nama Quadricycle. Dia terus melakukan pengujian terhadap mobilnya sehingga dari tahun 1896 sampai 1897 quadricycle telah menempuh jarak 1250 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry Ford pernah dipanggil atasannya dan diberi kenaikan jabatan dengan syarat menghentikan percobaannya. Karena keberatan akhirnya Ford keluar pada 15 Agustus 1899. Setelah itu dia mengajukan proposal pembuatan mobilnya kepada orang-orang kaya, tetapi mengalami berbagai penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesungguhannya akhirnya dia mendapatkan modal juga. Setelah pabrik beroperasi rata-rata terjual 6 mobil per tahun. Investor sangat puas karena keuntungannya sangat besar, akan tetapi Ford merasa pekembangan ini sangat lambat. Dia menginginkan produksi mobil secara masal. Karena terjadi perbedaan pendapat akhirnya Ford mengundurkan diri dan mendirikan pabrik sendiri dengan modal dari tabungannya ditambah uang dari bank. Akan tetapi perusahaan yang baru didirikan ini bangkrut karena biaya eksperimennya tidak sebanding dengan hasil penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1902 Ford mendirikan Cadillac Motor Car Company dengan bantuan dari teman-temannya. Dengan kesungguhannhya dalam bereksperimen, Ford berhasil membuat mobil balap dengan nama 999. Ketika dilombakan mobil ini menempati juara I, sehingga para investor berbondong-bondong untuk menanamkan modalnya di perusahaan Ford, dan saat itu nama perusahaan diganti menjadi Ford Motor Company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Ford berkembang pesat sehingga tidak berapa lama mereka menyewa tempat yang lebih luas. Pada saat itulah Ford berfikir untuk memproduksi mobil secara massal sehingga harganya murah. Mobil yang dibuat diberi nama tipe A. Tipe ini sangat ringan dan laris di pasaran. Dalam 1 tahun bisa terjual 1700 unit. Ketika itu banyak pesaing yang meniru model A, sehingga ford mengganti terus modelnya, mulai model B, C, dan F.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi terus meningkat sampai 6200 mobil pertahun atau 17 mobil per hari dengan jumlah karyawan 1900 orang . Akhirnya dibuatlah pabrik baru tiga lantai yang dilengkapi ban berjalan. Mobil yang dibuat adalah model T. Model ini adalah model yang menembus pasaran Eropa. Pada tahun 1908 perusahaan Ford sudah memproduksi 100 mobil per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ide yang agak gila Ford memproduksi satu model saja, yaitu model T dan warnanya semua hitam. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar investor menarik diri, tetapi Ford tidak menyerah. Pada tahun 1913 Ford malah menerapkan sistem perabotan pabrik Highland park Michigan, dan ini meningkatkan produksi menjadi 1000 mobil per hari, karena kalau dulu perlu waktu 10 jam untuk membuat 1 mobil sekarang hanya tinggal 1,5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1926 Ford membangun industry pesawat terbang Tri Motor Aeroplane. Tahun 1927 produksi mobil Ford sudah mencapai 4000 mobil per hari. Henry Ford meninggal pada 7 April 1947 pada usia 84 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960 perusahaan Ford telah menjadi nomor dua terbesar di dunia. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, semua mungkin saja terjadi, asalkan dengan keras kita terus mengejarnya. Pekerjaan sesulit apapun asalakan kita menyukainya maka akan tampak mudah dan menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/william-edward-boeing.html"&gt;William Edward Boeing&lt;/a&gt; (pendiri perusahaan pesawat boeing)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/konosuke-matsushita.html"&gt;Konosuke Matsushita&lt;/a&gt; (Pendiri Panasonic)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/chung-ju-yung.html"&gt;Chung Ju Yung&lt;/a&gt; (Pendiri Hyundai)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web-uang.blogspot.com/2010/01/akio-morita.html"&gt;Akio Morita&lt;/a&gt; (Pendiri Sony)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kekuatanraksasa.blogspot.com/2009/07/pengalamanku-belajar.html"&gt;M Son Muslimin&lt;/a&gt; (narsis juga pembuat blog ini)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8769585500174502347?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8769585500174502347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8769585500174502347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8769585500174502347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/henry-ford.html' title='HENRY FORD'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/S1CiHC-YSbI/AAAAAAAAAIs/J8pn0K41zl0/s72-c/henry_ford.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-6368211641475480971</id><published>2010-01-02T13:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T13:41:54.675-08:00</updated><title type='text'>Batu Pijakan Sales</title><content type='html'>Zaman dahulu ada 2 orang yang terkenal bisa jalan di atas air. Mereka berdua adalah pensiunan yang kaya raya, tinggal di atas bukit di dekat danau. Mereka berdua memiliki hobi memancing.Setiap hari kerjanya memancing. Suatu hari temannya yang tinggal di kota ini ingin menengok mereka. "Eh aku pengin mancing, boleh ikut engga?"&lt;br /&gt;"Ya boleh, tapi harus bangun jam lima pagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya paginya jam 5 mereka mancing bertiga dengan memakai perahu ke tengah danau. Karena jika mancingnya di tepi danau ikan yang didapat kecil-kecil, sedangkan jika di tengah danau mereka bisa dapat ikan yang besar-besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari sudah agak siang salah satu pensiunan ini lapar. Akhirnya dia ngomong,"teman, saya lapar." Pensiunan satunya ngomong ,"Minggir sendiri to, masa harus diantar". Dia menjawab ,"OK no problem ." Dia segera menggulung celananya dan keluar dari perahu. Ting, ting, ting .... dia jalan di atas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya yang dari kota ini langsung mikir,"Wah temanku ini yang sudah lama tinggal di desa udah jadi dewa, bisa jalan di atas air". Ketika temannya yang jalan di atas air ini sudah sampai di pinggir, dia masuk ke rumah dan makan. Selesai makan dia kembali ke tengah danau dengan jalan di atas air lagi. Setelah sampai di perahu dia mancing lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama pensiunan kedua juga lapar, "teman, saya lapar". Pensiunan satunya ngomong, "Minggir sendiri to masa harus diantar". Akhirnya dia menggulung celananya dan jalan di atas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya yang dari kota langsung berfikir ,"Wah 2 temanku ini sudah jadi dewa." Ketika pensiunan ini sudah selesai makan dia kembali ke tengah danau dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran teman yang dari kota ini lapar. Dia tidak berani ngomong karena malu sama temannya. Akhirnya ketika keadaan sudah mendesak dia ngomong, "temanku, saya juga lapar." Dua pensiunan ini hanya memandangi saja, akhirnya si kota ini ngomong ,"Ok, saya tahu, saya harus jalan sendiri." Salah satu pensiunan ngomong ,"Ya kalau sudah tahu caranya ya jalan sediri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia menggulung celananya, dia mulai ragu-ragu untuk melangkah, tapi akhirnya melagkah juga. Ketika dia menginjakkan kaki pertamanya dia langsung tercebur. Karena tidak bisa berenang, dia tenggelam dan minum banyak air. Dua pensiunan ini lansung menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu 2 pensiunan ini saling menyalahkan, "Kamu yang salah." yang satunya juga ngomong ,"Kamu yang salah". Mereka berdua akhirnya ngomong ,"Ya sudah kita berdua yang salah". Akhirnya mereka berdua ngomong kepada teman kota ini, "Teman maafkan kami berdua, seharusnya kami tunjukkan dimana letak batunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada batunyam terang saja bisa jalan. Nah penjualan juga seperti itu, jika kita tahu batunya maka akan terjadi magic, sehingga penjualannya sangat dahsyat. Batu-batu penjualan ini adalah&lt;br /&gt;1. Thrust&lt;br /&gt;2. Need&lt;br /&gt;3. Solution&lt;br /&gt;4. Close the sale&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-6368211641475480971?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/6368211641475480971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/batu-pijakan-sales.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6368211641475480971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6368211641475480971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2010/01/batu-pijakan-sales.html' title='Batu Pijakan Sales'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-8302097609240385544</id><published>2009-12-20T19:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T19:46:13.794-08:00</updated><title type='text'>Dari Office Boy Jadi Miliarder</title><content type='html'>Kompas.com, A Pramono, Dari Office Boy Jadi Miliarder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com – Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak usaha. Siapa yang tidak ngiler?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau cerita saya dibikin sinetron mungkin akan menarik,” kata pria pemilik usaha Ayam Bakar Mas Mono ini ketika bercakap cakap dengan Warta Kota di salah satu kedainya di Jalan Tebet Raya No 57, Jakarta Selatan, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ayah satu anak yang akrab dipanggil Mas Mono ini buru buru menambahkan bahwa sukses bisa diraihnya setelah melewati proses yang cukup panjang. la meyakini, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang instan. Artinya, kalau ingin sukses mesti lewat perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur,” ujar Pramono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, suami Nunung ini berjualan ayam bakar di pinggir Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, persisnya di seberang Universitas Sahid. Di tempat itu, setiap hari-kecuali hari libur dia menggelar tenda, bangku dan meja untuk berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memakai kaus, celana gombrang dan sandal jepit, dia setia melayani pembeli yang datang dari pagi sampai pukul 14.00. Sebagian pembelinya adalah mahasiswa dan orang kantoran yang bekerja di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi ya namanya dagang kaki lima, ada gilirannya. Saya dagang dari pagi sampai siang. Dagangan habis nggak habis saya harus tutup. Lalu, jam 14.00 diganti pedagang lain yang menjual nasi goreng, pecel lele dan seafood,” tutur Pramono sambil memperlihatkan foto lamanya di laptop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang menamatkan S3 (maksudnya tamat SD, SMP, SMA) di Madiun ini belakangan akrab dengan laptop karena dia menjadi salah seorang mentor nasional dari Entrepreneur University (EU). Foto-foto lamanya itu menjadi salah satu bahan presentasinya ketika membawakan materi tentang wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pramono, sejak dulu dia suka fotografi tapi hanya sebatas hobi. Bukan karena dia tahu akari sukses. Jika diamati, foto Pramono saat masih berjualan di pinggir jalan dan saat ditemui Warta Kota beberapa hari lalu, memang berbeda jauh. Dulu dia terlihat kurus, sekarang tampak macho dan keren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, bedalah Mas. Dulu tidak terawat, sekarang terawat. Dulu nggak punya tabungan,sekarang tabungan banyak di bank,” ujarnya sambil menunjukkan tabungannya yang pernah mencapai persis Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan positif yang dimiliki Pramono dan sangat memberi inspirasi adalah kesenangannya belajar sesuatu yang baru untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tahun 1999, ketika menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta, Pramono selalu memanfaatkan,waktu luangnya dengan belajar komputer. Bukan bermain bermain game seperti kebanyakan orang. Sebab dia tahu, dengan menguasai keterampilan itu kariernya bisa naik dan gajinya juga akan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramono benar, karena kariernya terus meningkat hingga akhirnya diangkat menjadi supervisor. Meski jabatannya cukup tinggi tapi dia terus tertantang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Cita-citanya cuma satu, bagaimana caranya lebih membahagiakan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tahun 2001 dia keluar dart perusahaan tersebut dan memulai usaha dengan berjualan gorengan keliling di seputar,wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Langkahnya rada ekstrem. Sebab, bagi Pramono, untuk memulai usaha tidak perlu banyak berpikir, apalagi menghitung rugi laba. Yang terpenting adalah melakukan action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak saudara saya yang tidak terima dengan keputusan itu. Apalagi pada awal-awal berdagang, omzetnya baru Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menghadapi banyak tantangan, Pramono tidak mau mundur. Sampai akhirnya dia mendapat lapak kosong di seberang Universitas Sahid. Dengan modal Rp 500.000 untuk membeli gerobak dan peralatan lainnya, termasuk ayam lima ekor, Pramono membuka lembaran barunya dengan menjual ayam bakar. Namun karena belum mahir mendorong gerobak, pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam. Wah ini tanda sepi, nggak laku, karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh, sial. Namun, kalau saya justru berpikir lain. Wah, ini pertanda bagus, dagangan saya bakal laku. Sebab, saya menggunakan otak kanan. Selalu optimis dan percaya dirt,” tegas Pramono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dart peristiwa itu, beberapa tahun kemudian usaha Ayam Bakar Mas Mono berkembang pesat. Dia mempunyai 13 cabang dan dalam satu hari bisa menjual 1.000 ekor ayam. “Sampai sekarang saya merasa seperti mimpi. Kok bisa ya,” kata Pramono. (hes/Warta Kota)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-8302097609240385544?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/8302097609240385544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/dari-office-boy-jadi-miliarder.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8302097609240385544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/8302097609240385544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/dari-office-boy-jadi-miliarder.html' title='Dari Office Boy Jadi Miliarder'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-9168606758353225653</id><published>2009-12-17T05:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T05:30:21.560-08:00</updated><title type='text'>100 Juta Seminggu Didapat Oleh Lulusan SD Tanpa Modal</title><content type='html'>PRINSIP WIN-WIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Win-win ada 2 macam,&lt;br /&gt;1. Kita win baru orang lain win&lt;br /&gt;2. Orang lain win baru kita win&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang ke 2 jauh lebih baik daripada yang pertama. Usahakan dalam hidup ini kita buat orang lain win, baru kita yang win&lt;br /&gt;Jangan sampai terjadi win-lose, kita win dan orang lain lose. Kerjasama seperti ini tidak akan pernah berlangsung lama, karena orang lain kapok&lt;br /&gt;Atau jika orang lain win, kitanya lose, maka kerjasama tidak akan berlangsung lama&lt;br /&gt;Yang jelas tidak boleh adalah lose-lose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah nyata, seseorang bernama Choki, dia adalah lulusan SD, usia 20 tahun. Kerjanya sebagai tukang kopi di tukang bubur ayam. Bikin bubur ayam saja belum boleh, karena baru asisten. Kerjanya spesial bikin kopi saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Choki ini memahami istilah win-win ini. Dia teringat bahwa ada orang menjual rumah di dekatnya. Sudah setahun rumah itu tidak laku-laku.&lt;br /&gt;Kemudian dia mencoba menanyakan kepada pemiliknya, terjadilah dialog sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choki : "Pak berapa harga rumah ini?"&lt;br /&gt;Pemilik : "Rp 360 juta"&lt;br /&gt;Choki : "Boleh engga saya beli 380 juta?"&lt;br /&gt;Pemilik : "Lho, saya ini 360 mau, kok kamu malah nawar 380 juta?"&lt;br /&gt;Choki : "Pak, saya baru bayar 3 bulan kemudian"&lt;br /&gt;Pemilik : "kamu tidak punya uang?"&lt;br /&gt;Choki :" Ya, jadi rumah ini akan saya jual, nanti kalau laku akan saya bayarkan ke bapak Rp 380 juta"&lt;br /&gt;Pemilik :"Kalau tidak laku bagaimana?"&lt;br /&gt;Choki :"Saya akan mengembalikan pada Bapak"&lt;br /&gt;Pemilik :"Lho kalau gitu saya rugi"&lt;br /&gt;Choki : "Ya, daripada 1 tahun juga tidak laku, padahal kalau Bapak mau sabar, dalam waktu 3 bulan Bapak akan memperoleh tambahan Rp 20 juta"&lt;br /&gt;Pemilik :"OK lah kalau begitu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Choki memperoleh hak rumah itu selama 3 bulan. Ternyata setelah diiklankan dalam seminggu rumah tersebut laku Rp 480 juta. Akhirnya dia memberikan Rp 380 juta kepada pemiliknyam, dan dia memperoleh bersih Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;Pada saat itu Choki berusaha membuat pemiliknya win, yaitu dengan menaikkan harga terlebih dahulu. Dan Akhirnya Choki juga win, yaitu mendapat Rp 100 juta dalam 1 minggu.&lt;br /&gt;Apakah ini hanya kebetulan?&lt;br /&gt;Tidak. Karena ternyata banyak kasus yg terjadi seperti ini. Bahkan prinsip-prinsip ini sering dijalankan oleh para milyader, sehingga seringkali mereka menjalankan bisnis tanpa harus mengeluarkan uang.&lt;br /&gt;Prinsip ini sering juga disebut NAIKKAN HARGA, TURUNKAN SYARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : TDW&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-9168606758353225653?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/9168606758353225653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/100-juta-seminggu-didapat-oleh-lulusan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/9168606758353225653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/9168606758353225653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/100-juta-seminggu-didapat-oleh-lulusan.html' title='100 Juta Seminggu Didapat Oleh Lulusan SD Tanpa Modal'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-2984592157887493088</id><published>2009-12-12T13:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T13:35:43.610-08:00</updated><title type='text'>Roti Tawar 300 juta</title><content type='html'>Bagaimana caranya menjual sepotong rot tawar dengan harga 300 juta dan orang masih berebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Caranya sebenarnya mudah, yaitu roti tawarnya diberi hadia emas senilai 850 juta.Wah pantesan, tapi apa tidak rugi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata tidak, karena emasnya beli di pabriknya, harganya 250 juta. Jadi penjualnya masih untung 50 juta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang ini banyak penjualan yang sensasional. Ketika persaingan sudah semakin ketat dengan membanting harga, maka kita harus kreatif. Jika dalam marketing kita hanya membanting harga, berarti kita tidak punya inovasi dalam marketing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana penerapan penjualan roti tawar di atas? Sebenarnya mudah. Salah satu kisah nyata adalah sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika kredit sepeda motor sudah saling membanting harga , misalnya DENGAN UANG 200 RIBU ANDA BISA MEMBAWA PULANG SEPEDA MOTOR HONDA. maka ada tempat baru yang kreatif, yaitu FIF. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;FIF membuat iklan DENGAN UANG 300 RIBU, ANDA BISA MEMBAWA PULANG SEPEDA MOTOR HONDA + MEJA BELAJAR SENILAI 450 JUTA RUPIAH. Ketika seseorang mengecek harga meja belajarnya di toko lain, ternyata memang Rp 450 ribu.Kenapa bisa begitu? karena meja belajarnya beli di pabriknya, harganya hanya 100 ribu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda juga bisa berinovasi dengan cara seperti ini kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti :Berhadiah batik katun senilai Rp 150 ribu, padahal anda beli batik katunnya di klewer, Solo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berhadiah payung cantik senilai Rp 42 ribu, padahal anda beli gi grosir, Rp 12 ribu, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-2984592157887493088?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/2984592157887493088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/roti-tawar-300-juta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2984592157887493088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2984592157887493088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/roti-tawar-300-juta.html' title='Roti Tawar 300 juta'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-2134376502598918747</id><published>2009-12-11T17:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T17:13:07.458-08:00</updated><title type='text'>Sinergi Antara Bisnis Dan Property</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Berikut ini adalah pengalaman Pak Purdi Chandra dalam membuat sinergi antara bisnis dan property&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Saat masih merintis usahanya, Purdi telah membeli rumah dengan luas tanah 400m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; seharga 60 juta rupiah. Untuk membiayai pembelian ini ia menggunakan KPR dari bank papan senilai Rp 50 juta rupiah. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Tahun berikutnya ia mengagunkan rumah tersebut ke bank BTN. Dia katakan bahwa dia membutuhkan modal untuk mengembangkan primagama dan masih punya hutang di bank papan dengan agunan rumah. Dia meminta petugas bank untuk melakukan penilaian jika rumah tersebut diagunkan ke bank BTN. Maksudnya dia ingin mengetahui besaran kredit yang ia dapatkan di bank BTN. Setelah dilakukan penilaian, ternyata Bank BTN berani mengucurkan kredit sebesar 150 juta rupiah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Dengan uang 150 juta rupiah dari bank BTN tersebut, Purdi melunasi sisa cicilan hutang di bank papan dan sisanya dipakai sebagai modal untuk membuka cabang Primagama. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Tahun berikutnya dengan metoda yang sama, Purdi mengambil pinjaman dari bank Exim sebesar 250 juta rupiah. Dengan uang itu dia mengambil pinjaman di bank BTN dengan menggunakan sisanya untuk membuka cabang Primagama. Selanjutnya, bank BRI memberikan pinjaman sebesar 350 juta rupiah dan terakhir bank BNI mengucurkan kredit sebesar 600 juta rupiah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 0pt"&gt;Sekarang setetlah 14 tahun berselang, harga rumah Purdi yang semula Rp 67 juta rupiah dengan luas 180 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; sudah menjadi 1 milliar rupiah dan mengalami renovasi sehingga luas bangunanya menjadi 350m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Dahsyat bukan ?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-2134376502598918747?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/2134376502598918747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/sinergi-antara-bisnis-dan-property.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2134376502598918747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/2134376502598918747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/12/sinergi-antara-bisnis-dan-property.html' title='Sinergi Antara Bisnis Dan Property'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-668833406691812369</id><published>2009-07-04T20:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T20:19:42.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang mengejar'/><title type='text'>Bagaimana Uang Mengejar Kita</title><content type='html'>Ketika itu dalam seminar Financial Revolution diadakan sebuah game. Judul dari game ini adalah Bagaimana Uang Mengejar Kita. Dalam game ini masing-masing peserta seminar  menyediakan selembar kertas. Waktu itu jumlah peserta seminar sekitar 2000 orang.  Masing-masing peserta memotong ketasnya menjadi 6 bagian, masing-masing bagian ditulisi 10, 20, 30, 40, 100 dan 200. Nilai ini dianggap nilai uang. Selanjutnya diadakan acara tukar menukar uang ini. Masing-masing peserta diharapkan untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Aturan perhitungannya adalah jika memperoleh uang yang sama maka nilainya dikalikan. Apabila memperoleh uang yang berlainan maka dijumlahkan.&lt;br /&gt;Acara tukar-menukar uang ini langsung dipimpin oleh pembicara yaitu Tung Desem Waringin selama 1 menit saja. Acara tukar-menukar ini sepenuhnya nego, tidak boleh menggunakan kekerasan. Setelah selesai acara  tukar-menukar maka nilai uangnya dihitung. Sesuai perjanjian, jika memperoleh nilai sama dikali, dan yang berbeda dijumlah.&lt;br /&gt; Misalnya seorang peserta memperoleh nilai 10, 10, 10, 10, 200, 200, maka nilai uangnya adalah (10x10x10x10)+(200x200) = 10000 + 20000 = 30000&lt;br /&gt;Jika peserta memperoleh uang 20, 20, 30, 30, 40, 100 maka nilainya adalah (20x20)+(30x30)+40+100 =400+900+140 = 1440&lt;br /&gt;Setelah masing-masing peserta menghitung uangnya maka nilainya diaudit oleh teman sebelahnya.  Selesai audit, pembicara menanyakan uang yang didapat. Ternyata yang memperoleh  1 juta ke atas  hanya sekitar 10%, menarik sekali . Akhirnya Pak Tung (panggilan dari Tung Desem Waringin) berkata “Saya belum ikut main, boleh saya ikut?” semua peserta menjawab boleh.&lt;br /&gt;Akhirnya Pak Tung menyakan, “Siapa yang punya uang 10?, tolong ke depan” Puluhan peserta, mungkin sampai ratusan maju. Paka Tung melanjutkan bicaranya “Saya akan menukar dengan 20, 30, 40, 100  dan 200”. Para peserta makin mempercepat larinya. Padahal Pak Tung hanya butuh 5 orang, jadi hanya 5 orang yang beruntung yang dapat. &lt;br /&gt;Peserta yang mendapat 200 sangatlah happy, yang mendapat 20 juga lumayan happy. Sebelum penukaran, uang Pak Tung adalah 10 + 20 + 30 + 40 + 100 + 200 = 400, dan setelah penukaran uang Pak Tung adalah 10x10x10x10x10x10 = 1000.000.&lt;br /&gt;Pak Tung melakukan semua ini tanpa bergerak satu langkahpun, bahkan waktunya tidak sampai 1 menit. Dari sinilah Pak Tung memberikan pelajaran, bagaimana uang mengejar kita. Agar uang mengejar kita maka ada 5 hal yang harus kita lakukan&lt;br /&gt;1. Kita harus memiliki nilai tambah&lt;br /&gt;2. Nilai tambah harus dikomunikasikan&lt;br /&gt;3. Pengkomunikasian harus kepada orang yang tepat&lt;br /&gt;4. Pengkomunikasian harus dalam jumlah yang banyak&lt;br /&gt;5. Pengkomunikasian harus dengan cara yang tepat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-668833406691812369?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/668833406691812369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/07/bagaimana-uang-mengejar-kita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/668833406691812369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/668833406691812369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/07/bagaimana-uang-mengejar-kita.html' title='Bagaimana Uang Mengejar Kita'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-7551041662170061876</id><published>2009-06-28T21:13:00.001-07:00</published><updated>2009-07-04T21:19:18.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keajaiban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peternakan uang'/><title type='text'>Keajaiban dunia ke 8</title><content type='html'>Ketika Albert Einstein pindah ke Amearika, dia ditanya, "apa yang kamu sukai dari Amerika". Dia menjawab, "Keajaiban duni ke 8". Padahal Einstein tidak hafal keajaiban dunia 1 sampai 7, tetapi dia tahu keajaiban dunia yang ke 8. Apa itu keajaiban dunia yang ke 8? Kata Einstein adalah "bunga- berbunga".&lt;br /&gt;Artinya jika kita menginvestasikan uang kita ke suatu tempat, dan bunganya tidak diambil-ambil, maka dalam waktu tertentu jumlah uang kita akan menjadi dahsyat, luar biasa, tidak seperti yang kita duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ada sebuah kisah nyata. Pada tahun 1978 ada seorang pegawai bank yang gajinya hanya Rp 20.000,- sebulan. Setiap menerima gaji dia selalu menyisihkan Rp 2000,- buat ditabung. Ketika gajinya meningkat menjadi Rp 30.000,- diapun menyisihkan Rp 3000,- buat ditabung. Begitu seterusnya, dia menabung 10% dari penghasilannya. Pada tahun 90 an dia telah menjadi pimpinan cabang di sebuah bank. Tahun 1998 terjadi penarikan uang besar-besaran dari bank, sehingga banyak bank yang terancam tutup.&lt;br /&gt;Waktu itu banyak pimpinan cabang yang stress, tetapi dia kelihatan tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;Suatu saat ada yang bertanya ,"Pak, kok tenang-tenang saja sih, apa Bapak tidak takut diberhentikan?"&lt;br /&gt;Jawabnya,"Diberhentikan juga tidak apa-apa, wong saya ini jadi pimpinan cabang juga cuma hobi,"&lt;br /&gt;"Ha hobi, maksud Bapak ini gimana?"&lt;br /&gt;Kata si Bapak "Saya kan sudah punya peternakan."&lt;br /&gt;"Maksud Bapak? Selama ini bapak tidak pernah kelihatan punya bisnis. Kok Bapak bisa punya peternakan."&lt;br /&gt;"Ya saya kan punya peternakan duit, bunga deposito saya kan lebih besar dari gaji saya sebagai pimpinan cabang"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-7551041662170061876?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/7551041662170061876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/06/keajaiban-dunia-ke-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/7551041662170061876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/7551041662170061876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/06/keajaiban-dunia-ke-8.html' title='Keajaiban dunia ke 8'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-6081319883615176857</id><published>2009-05-17T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T18:04:36.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uang gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ptc'/><title type='text'>Uang Gratis</title><content type='html'>Uang Gratis? Mana ada? Orang yang berfikir seperti  itu pasti belum pernah mendapatkannya. Banyak cara untuk memperoleh uang gratis melalui internet. Orang lebih sering menyebut dengan istilah &lt;a href="http://dasarinternetmarketing.blogspot.com/"&gt;internet marketing&lt;/a&gt;. Gratis di sini tentunya kita tidak mengeluarkan modal sama sekali. Walaupun banyak jenisnya disini akan saya bahas satu jenis yang namanya PTC (Paid To Click). Artinya kita akan mendapatkan uang jika kita melakukan klik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana uangnya? Haram engga?&lt;br /&gt;Saya jawab dengan tegas. Halal. Bisnis PTC ini cocok bagi anda-anda yang masih pemula di internet marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana uangnya?&lt;br /&gt;Uang yang diperoleh dalam PTC ini berasal dari pemasang iklan. Pemasang iklan memberikan uangnya kepada suatu perusahaan untuk memasang iklannya, kemudian uang itu dibagi-bagikan kepada member yang mau melihat iklannya.&lt;br /&gt;Wah kalau begitu uangnya kecil donk? Perusahaan kan ingin untung? jadi yang dibagi-bagi pasti kecil. Memang banar uangnya kecil, mungkin hanya Rp 100,- setiap klik, dan kita hanya dapat sekitar 10 iklan per hari. Akan tetapi jika kita memiliki banyak referral maka kita akan mendapatkan uang yang cukup lumayan.&lt;br /&gt;Referral adalah orang yang kita ajak bergabung dengan PTC melalui kita.&lt;br /&gt;Wah kalau begitu MLM donk?&lt;br /&gt;Mirip dengan MLM tapi jelas bukan MLM.&lt;br /&gt;Kelebihan PTC dibanding MLM&lt;br /&gt;1. Bisa mendapatkan uang walaupun kita belum merekrut orang.&lt;br /&gt;2. Tidak perlu mengeluarkan modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh jika kita memiliki 100 referral dan setiap hari adal 10 iklan maka banyaknya klik yang dilakukan oleh referral adalah 1000 kali&lt;br /&gt;Anggap jika kita yang mengklik memperoleh Rp 100,- dan setiap klik dari referral kita memperoleh Rp 50,- maka kita akan memperoleh uang sebesar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     dari kita                10 x Rp 100,- =   Rp 1.000,-&lt;br /&gt;     dari referral      1000 x Rp 50,- = Rp 50.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi uang yang kita peroleh per hari adalah Rp 51.000,- atau sekitar Rp 1.500.000,- per bulan. Cukup besar bagi orang Indonesia. Apalagi pekerjaan ini tidak membutuhkan waktu lama. Paling hanya sekitar 15 menit per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ada salah satu situs PTC yang saya rekomendasikan. Untuk mengikutinya silakan klik &lt;a href="http://www.blogger.com/www.klikrupiah.com/index.php?ref=msm2008"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-6081319883615176857?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/6081319883615176857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/05/uang-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6081319883615176857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/6081319883615176857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/05/uang-gratis.html' title='Uang Gratis'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-4496668449596337763</id><published>2009-04-07T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T17:31:03.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cari uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><title type='text'>Cari Uang</title><content type='html'>Kebanyakan orang berfikir bahwa satu-satunya cara untuk mencari uang adalah dengan bekerja. Padahal masih banyak cara lain untuk mencari uang. Jika seseorang berfikir seperti ini maka di hari tuannya dia akan kecapekan untuk bekerja.&lt;br /&gt;Banyak orang yang berfikir bahwa perjalanan hidup ini harus mengikuti jalur-jalur tertentu. Misalkan setelah lulus SD masuk ke SMP, kemudian melanjutkan ke SMA, setelah itu dilanjutkan dengan kuliah. Sehabis lulus kuliah tentunya mencari kerja. Tidak berapa lama setelah kerja kemudian menikah, dan setelah memiliki anak, anaknya mengikuti siklus yang sama dengan dia.&lt;br /&gt;Boleh tidak hidup seperti itu? Ya boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang. Tapai kalau seseorang ingin mendapatkan uang dalam jumlah banyak maka harapan saya jangan hidup monoton seperti itu.&lt;br /&gt;Kalau masih ingin mengikuti jalur itu, setelah kuliah usahakan jangan hanya kerja. Berusahalah untuk mempelajari tentang uang. Pelajari bagaimana cara yang jitu dalam mencari uang.&lt;br /&gt;Misalnya kita ingin mencari uang dengan mencari kerja. Tentu saja sebagus-bagusnya kita berkarier, perusahaan hanya akan memberikan batas tertentu dalam gaji. Sehingga sulit sekali kita menjadi kaya raya dengan menjadi karyawan.&lt;br /&gt;Cara yang lebih tepat untuk menjadi kaya raya adalah dengan berbisnis. Dengan cara ini kita akan lebih mudah untuk mengubah penghasilan kita. Resiko selalu ada. Menjadi karyawan juga memiliki resiko. Resiko terburuk menjadi karyawan adalah di PHK. Apakah resiko berbisnis lebih besar dari karyawan?&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau pengusaha memiliki resiko bangkrut dalam menjalankan bisnisnya, berarti karyawan yang kerja di tempat dia menanggung resiko yang sama. Yang terpenting ketika menjadi pengusaha kita berusaha untuk meminimalkan resiko.&lt;br /&gt;Perbandingan resiko antara pengusaha dengan karyawan adalah seperti perbandingan antara sopir dan penumpangnya. Jika sopirnya celaka gara-gara tabrakan atau mobilnya masuk jurang maka penumpang juga akan terkena efeknya. Bahkan tidak menutup kemungkinan penumpangnya celaka tetapi sopirnya selamat. Dalam dunia kerja juga begitu, bisa jadi karyawan resikonya lebih tinggi dibandingkan dengan pengusaha.&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan penumpang, seorang sopir tentunya lebih berkuasa dalam mencegah suatu kecelakaan. Begitu juga pengusaha lebih berkuasa dalam meminimalisir setiap resiko di suatu perusahaan.&lt;br /&gt;Sekarang dalam hal kekayaan. Ada orang yang berkata ,”Saya sering melihat seorang pengusaha yang penghasilannya jauh lebih kecil dibandingkan karyawan.”&lt;br /&gt;Memang benar ada pengusaha yang penghasilannya lebih kecil dibandingkan dengan karyawan. Sebagai contoh misalnya seorang pengusaha gorengan yang penghasilannya hanya 1 juta per bulan dibandingkan dengan seorang insinyur yang bekerja di perusahaan asing dengan gaji 20 juta per bulan. Bisakah pengusaha gorengan tadi memiliki penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan tadi ?&lt;br /&gt;Bisa jika dia memiliki jiwa entrepreneur.&lt;br /&gt;Jika pengusaha tersebut memiliki jiwa entrepreneur maka dia akan melakukan langkah-langkah srtrategis. Salah satunya usaha untuk memperbaiki produksinya agar selalu memiliki nilai tambah. Misalnya dari segi rasa gorengannya, lokasi dagangnya, kebersihannya, dan lain-lain. Biasanya setelah nilai-nilai tambah ini semakin kuat maka gorangannya akan laku keras. Dengan kondisinya yang laku keras ini maka pengusaha tersebut akan membuka cabang-cabang berikutnya.&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bertanya ,”Untuk membuka cabang kan membutuhkan modal juga”. Memang benar untuk membuka cabang membutuhkan modal, akan tetapi tidak harus dari kita sendiri. Kita bisa mencari investor.&lt;br /&gt;Ada orang yang berkata, “Saya punya pengalaman untuk mencari investor, ternyata mencari investor itu susah sekali.”&lt;br /&gt;Mencari investor bisa mudah bisa susah, tergantung keahlian kita. Akan tetapi jika kita sudah memiliki bisnis yang sudah jelas berjalan, mencari investornya jauh lebih mudah dibandingkan dengan perusahaan yang baru mau dibangun.&lt;br /&gt;Coba bayangkan, seandainya pengusaha ini memiliki 100 cabang dan anggap saja setiap cabang memberikan penghasilan bersih 250 ribu per bulan, maka orang ini setiap bulannya menerima penghasilan bersih 25 juta.&lt;br /&gt;Jika pengusaha ini terus mau belajar maka dia pasti bisa mengantur perusahaannya tanpa keterlibatan dia. Ini yang sering diberi nama pasif income.&lt;br /&gt;Yang lebih baik lagi biasanya pengusaha yang seperti ini tidak berhenti di situ saja, dia akan terus mengekspansi usahanya dengan cara menambah cabang atau membuka jenis usaha baru.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan karyawan yang memiliki penghasilan 20 juta per bulan tadi, sudah barang tentu dia tidak memiliki banyak waktu dibanding pengusaha gorengan tadi.&lt;br /&gt;Nah mungkin ada juga yang masih berkomentar “Wah, untuk merubah pengusaha gorengan kecil tadi menjadi pengusaha gorengan yang memiliki 100 cabang tadi tentu tidak mudah bukan ?”&lt;br /&gt;Mungkin memang iya buat yang tidak tahu caranya. Tapi buat yang tahu caranya maka semua itu tidak sesulit membangun perusahaan baru.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Di bagian ini sengaja saya tidak membahasnya. Tapi kalau saya ingin meringkas cara itu, maka caranya adalah sering-sering bergaul dengan para pengusaha, bisa melalui komunitas bisnis, sering-sering menghadiri pertemuan bisnis, dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-4496668449596337763?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/4496668449596337763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/04/cari-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/4496668449596337763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/4496668449596337763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/04/cari-uang.html' title='Cari Uang'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1504940199418888582.post-5303632048899488117</id><published>2009-04-05T03:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T17:36:41.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang Cepat'/><title type='text'>Uang Cepat</title><content type='html'>Banyak orang berfikiran bahwa cari uang cepat itu tidak mungkin. banyak orang berkata bahwa cari uang cepat berarti mendzolimi orang lain. Banyak orang berkata bahwa cari uang cepat itu hanyalah khayalan saja. Orang yang berfikir seperti itu cari uangnya pasti lambat. Bagaimana mungkin kita bisa mencari uang dengan cepat ?&lt;br /&gt;Semua itu mungkin asal kita tahu caranya dan kita mau menjalaninya&lt;br /&gt;Untuk bisa menjari Uang cepat ini salah satu caranya adalah kita sering bergaul dengan orang kaya&lt;br /&gt;Menurut Robert T Kiyosaki, Jika anda ingin mengetahui penghasilan anda maka carilah 5 orang sahabat terdekat anda, kemudian cari rata-rata penghasilannya. Itulah penghasilan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita bergaul dengan orang kaya maka kita akan jauh lebih mudah untuk menjadi kaya. Berbeda dengan jika kita bergaul dengan orang miskin. Asalkan kita jangan hanya bergaul saja. Pelajari ilmunya, kenapa dia bisa kaya. Setelah itu ikuti cara-caranya. Sudah barang tentu jika seseorang kaya raya karena bisnis dia memiliki partner. Jika dia ingin mengekspansi usahanya maka dia akan mencari partner baru. Jika kita dekat dengan orang kaya tersebut, sudah pasti kita berpeluang besar untuk menjadi partnernya. Makanya jika kita bergaul dengan orang kaya, pelajari ilmunya dan jadilah orang yang mudah dipercaya.&lt;br /&gt;Jika kita tidak memiliki modal dalam bisnis, dan kita dipercaya oleh orang kaya maka orang itu dengan mudah akan memodali usaha kita.&lt;br /&gt;Jika orang kaya membangun bisnis dan dia membutuhkan kita sebagai partner maka bisnis yang dibangun kemungkinan adalah bisnis yang asetnya besar.&lt;br /&gt;Jika orang tersebut agak kaya (maksudnya tidak begitu kaya) maka jika dia mambangun bisnis maka bisnisnya kemungkinan tidak begitu besar.&lt;br /&gt;Jika orang tersebut sangat kaya raya dan dia membangun bisnis maka kemungkinan bisnisnya pastilah yang memiliki aset sangat besar. Jika kita jadi partnernya maka sudah tentu kita akan cepat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, misalkan kita memiliki teman yang memiliki penghasilan Rp 5 Juta per bulan. Teman kita ini ingin membangun bisnis. Karena teman kita ini mempercayai kita maka teman kita ini mengajak kita kerjasama. Seandainya kita tidak memiliki modal maka kita akan dimodalin. Mungkinkah perusahaan yang dibangun memiliki aset bermilyar-milyar?&lt;br /&gt;Mungkin. Tapi kemungkinan itu terlalu kecil. Kemungkinan orang yang berpenghasilan segitu akan membangun bisnis yang kecil, misalnya membuka warung bakso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah orang menjadi kaya raya karena membuka kantin bakso ?&lt;br /&gt;Mungkin. Asalkan dia mamiliki banyak cabang. Bahkan bisa jadi seseorang memiliki 500 kantin bakso. Woow keren kan. Tapi sudah barang tentu untuk membuka kantin bakso sebanyak itu seseorang haruslah membuka satu demi satu. Di awal-awal tentunya buka satu saja. Jika teman kita itu memberikan saham kepada kita (karena kita yang mengurusnya) maka sudah pasti sahamnya yang sebesar sekian persen dari saham kantin bakso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan kita punya teman yang trilyuner. Teman kita ini ingin membangun bisnis. Karena mempercayai kita maka teman kita ini mengajak kita bekerja sama.&lt;br /&gt;Orang yang seperti ini jika membangun bisnis sudah dipastikan memiliki aset miliaran, bukan jutaan. Bahkan mungkin asetnya dalam trilyun, karena dia trilyuner. Kalau kita diajak kerjasama di bisnis ini jika tidak memiliki modal sekalipun maka kita tetap akan memiliki hasil yang sangat besar. Percikan hasilnya saja mungkin akan besar. Jika kita diberi saham oleh dia, maka saham yang kita miliki adalah sekian persen dari saham perusahaan trilyuner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bandingkan dua hal di atas. Bergabung dengan kantin bakso atau bergabung dengan perusahaan trilyuner. Mana yang menghasilkan uang paling cepat ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1504940199418888582-5303632048899488117?l=web-uang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://web-uang.blogspot.com/feeds/5303632048899488117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/04/uang-cepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/5303632048899488117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1504940199418888582/posts/default/5303632048899488117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://web-uang.blogspot.com/2009/04/uang-cepat.html' title='Uang Cepat'/><author><name>omson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17839095311693084453</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ckLMYaJaIHY/ST7CcP1oilI/AAAAAAAAAAU/LHKxPQaUkv8/S220/fotoku.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
