Senin, 21 Januari 2013

Uang di muka





Jika anda ingin memulai bisnis dan uang anda pas-pasan pilihlah bisnis yang pembayarannya di muka. Jangan membuat bisnis yang pembayarannya belakangan, kecuali jika keuangan anda sudah kuat.

Apa enaknya jika pembayaran di muka ? tentu saja cashflow akan lebih terjaga. Dengan pembayaran di muka anda tidak perlu sibuk mencari hutang. Bimbingan belajar, sekolah, perguruan tinggi, bisnis tour untuk haji dan umroh adalah contoh-contoh bisnis yang yang pembayarannya di muka. Bisnis-bisnis yang seperti ini sangat mudah dikelola dari sisi keuangan.

Misalnya bimbingan belajar ingin meluluskan siswa-siswinya untuk masuk ke perguruan tinggi. Tidak ada ceritanya siswa membayar uangnya setelah lulus. Siswa selalu membayar uangnya sebelum belajar. Demikian juag bisnis perjalanan haji. Tidak ada ceritanya orang naik haji membayarnya setelah pulang. Tidak ada juga ceritanya mereka membayar setengahnya dulu, kemuadian sisanya dilunasi ketika sudah pulang.  Ya kalau pulang, banyak juga jemaah haji yang tidak pulang (mati syahid).

Seringkali bisnis yang lain domodifikasi supaya pembayarannya di muka. Misalnya kantin. Ada orang tua yang menyekolahkan anaknya di suatu sekolah. Pada saat memberikan uang muka di sekolah, ternyata salah satu rinciannya adalah uang jajan anak di kantin sekolah selama satu semester. Orang tua menerima vouchernya. Voucher ini diberikan tiap hari kepada anaknya sebagai uang jajan ke sekolah. Luar biasa bukan? Bisnis makan yang biasanya pembayarannya di belakang sekarang menjadi di depan, bahkan sampai 6 bulan ke depan sudah dibayar.

Anda bisa memodifikasi berbagai bisnis yang biasanya pembayarannya di belakang menjadi di depan. Masih banyak cara, akan tetapai saya juga belum menemukan.

Ada lagi bisnis yang pembayarannya selalu di muka adalah bisnis internet. Orang yang membeli barang di internet akan membayar dulu, baru setelah itu barangnya dikirim. Tidak ada ceritanya barang duluan baru uangnya.  

Jika anda tidak menemukan bisnis yang pembayarannya di muka, pilihlah bisnis yang perputaran uangnya cepat dan pembayarannya kas. Jika perlu perputarannya setiap hari, misalnya rumah makan. Pada bisnis rumah makan, hari ini kita belanja, besoknya uang sudah kembali. Ini tentu sangat bagus, karena uang akan terjaga.

Yang harus dihindari adalah bisnis yang pembayarannya di belakang apalagi berbulan-bulan (kecuali jika keuangan anda sudah kuat), misalnya suplier. Jika anda memasukkan barang ke supermarket, anda mungkin menerima uangnya setelah 3 bulan. Jika ternyata barang anda habis karena laku, maka anda tidak langsung diberikan uangnya, karena perjanjiannya 3 bulan. Malahan anda disuruh memasukkan barang lagi. Jika supermarket membuka cabang maka  anda juga diminta memasukkan barang lagi. Dengan kondisi ini anda akan sibuk dan bingung mencari pinjaman uang.

Nah itu saran dari saya. Selamat mencoba. Mudah-mudahan sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar